Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menlu Libanon tolak pelabelan Hizbullah sebagai kelompok teroris

Menlu Libanon tolak pelabelan Hizbullah sebagai kelompok teroris Menteri Luar Negeri sementara Libanon Adnan Mansour. presstv.ir

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri sementara Libanon Adnan Mansour dua hari lalu menolak pelabelan Hizbullah sebagai kelompok teroris, saat beberapa peserta perundingan damai Jenewa II berbicara tentang kelompok itu.

"Ketika beberapa pihak di konferensi menggambarkan Hizbullah sebagai kelompok teroris, ini benar-benar tidak dapat diterima, sebab perlawanannya, yang menghormati negara, bangsa dan rakyatnya untuk berjuang melawan musuh Israel dan melindungi tanah Libanon, tidak bisa menerima label itu," kata Mansour ketika berbicara di bandara Beirut sekembalinya dari Kota Montreux, Swiss, di mana dia turut ambil bagian dalam sesi pembukaan konferensi perdamaian Jenewa II tentang Suriah, seperti dilansir situs xinhuanet.com, Sabtu (25/1).

Sementara itu, Mansour mencatat bahwa pembentukan pemerintahan transisi di Suriah tidak akan membantu mengatasi krisis lama.

"Ketika salah satu pihak pergi ke sana dan menempatkan prasyarat, saya yakin ini tidak akan memberikan kontribusi sama sekali untuk mencari solusi," ujar Mansour.

"Misalnya, ketika pihak tertentu menuntut kemunduran seorang presiden atau kekuasaannya dan segera dipindahkan ke dewan transisi atau pemerintahan transisi, yang tidak berkontribusi untuk menemukan solusi yang dicita-citakan, kita harus mempertimbangkan sudut pandang dari semua pihak," lanjut dia.

Mansour mencatat bahwa dalam pidatonya, dia menekankan perlunya untuk tidak ikut campur dalam urusan Suriah dan bahwa gangguan tersebut hanya akan memperumit krisis.

"Ketika pihak asing menggambarkan perlawanan sebagai teroris, ini tidak dapat diterima, terlepas dari alasan di balik label ini," ucap dia. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP