Ledakan Dahsyat di Kantor Polisi Kashmir India, 9 Orang Tewas Seketika
Sebagian besar korban yang meninggal dunia adalah anggota polisi dan petugas forensik yang tengah melakukan pemeriksaan terhadap tumpukan bahan peledak.
Setidaknya sembilan orang kehilangan nyawa dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tumpukan bahan peledak sitaan di sebuah kantor polisi di Srinagar, yang merupakan kota utama di Kashmir yang dikuasai India.
Ledakan besar tersebut terjadi pada malam Jumat (14/11) di kantor polisi kawasan Nowgam, di bagian selatan Srinagar. Proses identifikasi korban menjadi tantangan karena beberapa jenazah ditemukan dalam keadaan hangus, menurut informasi yang beredar.
"Ledakannya begitu kuat hingga potongan tubuh ditemukan di rumah-rumah warga sekitar, berjarak 100 hingga 200 meter dari kantor polisi," ungkap sumber tersebut, seperti yang dikutip dari laman Al Jazeera pada Sabtu (15/11).
Kebanyakan dari korban tewas adalah anggota polisi dan petugas forensik yang tengah melakukan pemeriksaan terhadap tumpukan bahan peledak tersebut. Selain itu, dua pejabat pemerintah Srinagar juga dilaporkan meninggal. Dengan lima orang dalam kondisi kritis, diperkirakan jumlah kematian masih bisa meningkat.
"Bukan serangan teror. Polisi menyebut ini sebagai insiden yang sangat disayangkan," tulis Aditya Raj Kaul, editor eksekutif senior NDTV, dalam unggahannya di media sosial.
Ia menambahkan bahwa ledakan terjadi saat tim sedang memeriksa bahan-bahan peledak yang disimpan di kantor polisi.
Insiden yang tragis ini terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan mobil yang mematikan di New Delhi pada hari Senin lalu, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dekat Benteng Merah. Pejabat menyebut ledakan tersebut sebagai aksi teror, dan peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah polisi menangkap sejumlah tersangka serta menyita bahan peledak dan senapan serbu.
Polisi Langsung Selidiki
Setelah ledakan yang terjadi di ibu kota, pihak kepolisian di kawasan Kashmir yang berada di bawah kendali India telah menangkap lebih dari 650 individu sebagai bagian dari proses penyelidikan. Kantor polisi Nowgam, yang merupakan lokasi terjadinya ledakan pada malam Jumat, diketahui sedang memimpin penyelidikan terkait penyebaran poster oleh kelompok Jaish-e-Muhammad (JeM) di area tersebut.
Poster-poster tersebut memuat ancaman serangan terhadap pasukan keamanan serta "orang luar". Selama penyelidikan, terungkap adanya "ekosistem teror kerah putih" yang melibatkan para profesional dan mahasiswa yang telah terpengaruh paham radikal, dengan hubungan ke agen asing yang berbasis di Pakistan dan negara-negara lain.
Selain itu, pihak kepolisian juga berhasil menyita hampir 3.000 kg bahan peledak yang diperkirakan akan digunakan untuk serangan besar di India.
Kashmir sendiri merupakan wilayah yang telah lama menjadi sengketa antara India dan Pakistan sejak kedua negara memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Kedua negara tersebut telah terlibat dalam tiga konflik militer untuk memperebutkan wilayah Himalaya ini, dan hingga saat ini ketegangan antara New Delhi dan Islamabad masih tetap tinggi.