Lebih dari 5.000 pemberontak Suriah dan warga sipil dievakuasi dari Ghouta Timur
Lebih dari 5.000 pemberontak Suriah dan warga sipil dievakuasi dari Ghouta Timur. Sekitar 90 persen wilayah Ghouta Timur di pinggiran Damaskus kini sudah dikuasai oleh pasukan pemerintah setelah lima pekan melancarkan operasi militer. Untuk menguasai sisanya, Rusia akhirnya berunding dengan kelompok pemberontak hingga
Lebih dari 5.000 pemberontak Suriah dan warga sipil mulai dievakuasi dari wilayah Ghouta Timur hari ini.
Laman Al Araby melaporkan, Senin (26/3), sekitar 90 persen wilayah Ghouta Timur di pinggiran Damaskus kini sudah dikuasai oleh pasukan pemerintah setelah lima pekan melancarkan operasi militer. Untuk menguasai sisanya, Rusia akhirnya berunding dengan kelompok pemberontak hingga tercapai kesepakatan evakuasi.
Kesepakatan itu rencananya membuat sekitar 7.000 pemberontak dan warga sipil di Kota Arbin dan Zamalka serta distrik Jobar dievakuasi dengan bus ke Provinsi Idlib.
Kantor berita pemerintah SANA kemarin mengatakan 5247 pemberontak, keluarga, warga sipil lain diangkut dengan bus untuk meninggalkan Ghouta.
Tentara Suriah juga memeriksa konvoi kendaraan itu dan para pemberontak hanya boleh membawa senjata ringan. Tentara Rusia kemudian mengawal pemberontak di masing-masing bus.
Perundingan juga masih berlangsung di bagian tersisa dari Ghouta yakni di kota terbesar Douma.
Baca juga:
Assad hampir menang di Ghouta, pemberontak bersiap menyerah
Aksi tentara Rusia bagikan bantuan untuk warga Suriah
[Video] Assad setir mobil sendiri temui tentara Suriah di Ghouta Timur
Serangkaian dampak perang di Ghouta Timur bagi penduduk sipil
Setelah Aleppo, Ghouta Timur jadi ajang perang propaganda baru di Suriah
Aktivis AS mengaku salah karena sebar foto palsu konflik Suriah
Demi bantuan kemanusiaan, perempuan Suriah jadi korban kekerasan seksual
Rasa kemanusiaan kembali terusik di Suriah, pertempuran memanas di Ghouta Timur