LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Lantaran kalimat ini Duterte minta maaf kepada kaum Yahudi

Lantaran kalimat ini Duterte minta maaf kepada kaum Yahudi. Duterte kemarin menyatakan dia tidak pernah bermaksud melecehkan ingatan kaum Yahudi yang terbunuh pada peristiwa Holocaust di masa Perang Dunia Kedua. Dia mengatakan meminta maaf dari lubuk hati terdalam. Apa persisnya yang dia ucapkan sebelumnya?

2016-10-03 10:30:47
Rodrigo Duterte
Advertisement

Mulutmu harimaumu. Pepatah itu tampaknya cocok bagi Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte. Presiden 71 tahun itu kemarin meminta maaf kepada kaum Yahudi lantaran kalimat yang dia ucapkan pada Jumat kemarin.

Dalam pembukaan sebuah acara festival di Kota Bacolod Duterte mengatakan dia tidak pernah bermaksud melecehkan ingatan kaum Yahudi yang terbunuh pada peristiwa Holocaust di masa Perang Dunia Kedua.

"Saya ingin jelaskan, saat ini di sini, bahwa saya tidak pernah bermaksud menghina ingatan enam juta warga Yahudi yang dibunuh," kata dia, seperti dilansir Xinhua, Senin (3/10).

"Saya memohon maaf dari lubuk hati terdalam kepada komunitas Yahudi. Saya tidak pernah bermaksud begitu," tambahnya.

Pernyataan Duterte Jumat lalu menuai kecaman dunia Internasional lantaran dia mengatakan akan dengan senang hati membantai para pecandu narkoba di Filipina seperti yang Adolf Hitler lakukan terhadap jutaan kaum Yahudi.

"Hitler membantai tiga juta warga Yahudi. Sekarang ada tiga juta pecandu narkoba di Filipina. Saya akan dengan senang hati menghabisi mereka," ujar Duterte di Kota Davao ketika itu.

"Kalau Jerman punya Hitler maka Filipina punya...," kata dia seraya mengarahkan telunjuk ke dirinya sendiri.

Sejak menjabat kursi presiden Juni lalu Duterte sudah memerintahkan aparat keamanan menembak mati para pengedar, pecandu, dan pemakai narkoba. Tindakan kerasnya itu menuai kritik dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon.

Baca juga:
Bunuh jutaan pecandu narkoba, Duterte samakan dirinya dengan Hitler
Duterte berjanji akan menguliti para koruptor hidup-hidup
Di PBB, Filipina minta dunia tak ganggu soal perang narkoba Duterte
Duterte acungkan jari tengah kepada Uni Eropa
Duterte berang Obama ikut campur masalah Filipina
Jokowi sebut dirinya banyak kemiripan dengan Duterte

Advertisement
(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.