LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kota kecil Selandia Baru berlebih lapangan kerja dan rumah murah

Pemkot Kaitangata sampai membuat iklan membujuk orang asing tinggal dan bekerja di sana

2016-06-29 14:48:05
Selandia Baru
Advertisement

Sebuah kota kecil di Selandia Baru memiliki sebuah masalah unik. Terlalu banyak pekerjaan dan rumah murah merupakan masalah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah setempat.

Kota Kaitangata, di Provinsi South Island, hanya memiliki 800 penduduk. Warga kota ini kemudian membuat pengumuman khusus, demi merekrut warga asing tinggal dan bekerja di kota mereka.

Para penduduk menawarkan paket rumah dan tanah di pedasaan dengan harga 230 ribu Dolar Selandia Baru (setara Rp 2,1 miliar), dengan harapan banyak penduduk baru tertarik tinggal di wilayah tersebut.

Advertisement

Dilaporkan The Guardian, Rabu (29/6), Bryan Cadogan selaku Wali Kota Distrik Clutha yang menaungi Kaitangata mengatakan, ada sekitar lapangan kerja untuk 1.000 orang yang saat ini tersedia.

"Ketika saya menganggur dan memiliki keluarga untuk diberi makan, saya diberi kesempatan di Clutha. Kini, saya akan menawarkan kesempatan itu kepada warga lainnya," kata Cadogan.

Clutha mampu menarik orang dengan industri primer pengolahan susu selama bertahun-tahun. Selama itu pula para karyawan dipaksa untuk bekerja lebih keras karena sedikitnya sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Advertisement

"Saya sedikit putus asa melihat banyaknya para warga yang dipaksa untuk bekerja agar memenuhi pasar di luar sana," imbuh sang wali kota.

Sementara itu, warga bernama Evan Dick yang bekerja sebagai pemerah susu mengatakan dirinya menjadi ujung tombak kota tersebut.

"Saya keturunan ketiga di kota ini. Dan kami menjadi ujung tombak perekonomian di sini," tuturnya.

"Komunitas kami kuno, namun kami tidak pernah mengunci rumah. Kami akan membiarkan anak-anak kami berlari bebas. Kami ingin membuat kota ini hidup lagi, karenanya kami menunggu Anda dengan tangan terbuka," ungkapnya.

Baca juga:
Penduduk daerah ini diberikan uang puluhan juta agar pergi dari kota
BKPM ungkap Selandia Baru minat investasi peternakan sapi di Papua
Produsen susu terbesar Selandia Baru jadikan RI basis produksi
Pinjam buku selama 67 tahun, nenek ini didenda Rp 212 juta
Habiskan Rp 240 M buat referendum, Selandia Baru batal ganti bendera

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.