BKPM ungkap Selandia Baru minat investasi peternakan sapi di Papua
Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investasi dari perusahaan asal Selandia Baru di tiga sektor utama Tanah Air. Sektor itu antara lain jasa pendukung kesehatan, sektor infrastruktur pengolahan air bersih berbasis energi terbarukan dan sektor pertanian dalam hal ini peternakan sapi.
Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, minat investasi perusahaan Selandia Baru datang usai pemerintah melakukan penyederhanaan perizinan.
"Terdapat tiga perusahaan dari sektor jasa pendukung kesehatan, sektor infrastruktur dan sektor pertanian yang menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jakarta, Minggu (8/5).
Franky menjelaskan, untuk sektor pertama adalah investasi di sektor pastoral cattle farm di Papua Barat. Investor menyampaikan bahwa mereka telah menemukan lokasi strategis yaitu di Papua Barat, di mana terdapat lokasi yang merupakan padang rumput datar, sesuai dengan kebutuhan sapi.
"Supply sapinya nantinya akan didatangkan dari Australia. Infrastruktur tidak akan menjadi kendala, karena untuk berinvestasi di sektor peternakan sapi, infratruktur yang minim tidak menjadi kendala," kata Himawan.
Dukungan pasokan listrik akan didapatkan dari generator sedangkan air yang terdapat secara natural di lokasi tersebut. "Perusahaan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran peternakan sapi tersebut akan berdampak positif terhadap supply sapi potong di Indonesia," pungkasnya.
Minat kedua muncul dari perusahaan asal Selandia Baru dengan bisnis penjernihan air bertenaga solar panel. Salah satu skema yang diusulkan adalah Joint Venture sehingga memungkinkan adanya transfer knowledge dari kedua belah pihak.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga menyampaikan bahwa lini bisnis yang diinginkan oleh investor di sektor infrastruktur pengolahan air berbasis energi terbarukan tersebut terbuka untuk asing. "Kami akan bekerjasama dengan KBRI Wellington untuk mengawal minat investasi dari Selandia Baru tersebut," paparnya.
Minat ketiga adalah sektor jasa pendukung kesehatan dalam bidang usaha klinik laboratorium. Perusahaan yang berminat tercatat mendominasi pasar jasa kesehatan di Selandia Baru dengan pangsa mencapai 60 persen dan telah beroperasi selama 10 tahun.
"Mereka akan berpartner dengan perusahaan lokal yang merupakan investment company. Untuk tahap awal mereka belum akan masuk ke klinik namun ke radiologi dan laboratorium terlebih dahulu," jelasnya.
Lebih lanjut, Franky mengemukakan bahwa berdasarkan penjelasan investor, jenis laboratorium yang dibidik adalah deteksi kanker. "Bisnis ini sangat besar, karena pemerintah mengeluarkan kebijakan dan sangat concern terhadap kesehatan nasional," imbuhnya.
Untuk diketahui, BKPM mencatat, sejak tahun 2010 hingga 2015, tercatat realisasi investasi dari Selandia Baru sebesar USD 38,2 juta. Dari jumlah tersebut 77 persen terealisasi di industri makan. Sementara dari sisi komitmen investasi tercatat sebesar USD 124,3 juta dengan sektor-sektor yang mendominasi adalah industri makanan, industri kimia, infrastruktur dan pariwisata.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya