LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Korsel & AS sepakat aktifkan sistem pertahanan buat hadapi Korut

Korsel & AS sepakat aktifkan sistem pertahanan buat hadapi Korut. Tindakan Korut yang enggan menghentikan program peluncuran rudal dan nuklir bikin berang banyak negara. Tidak mau terus terancam, Korsel akhirnya meminta secara resmi kepada AS untuk segera mengaktifkan sistem pertahanan udara.

2017-04-18 06:16:00
Amerika Serikat
Advertisement

Tindakan Korea Utara (Korut) yang enggan menghentikan program peluncuran rudal dan nuklir bikin berang banyak negara, tidak terkecuali Korea Selatan (Korsel) dan sekutunya Amerika Serikat (AS). Apalagi, negara komunis tersebut baru saja menggelar uji coba rudal baru yang berakhir dengan kegagalan.

Tidak mau terus terancam, Korsel akhirnya meminta secara resmi kepada AS untuk segera mengaktifkan sistem pertahanan udara. Senjata ini diklaim akan menembak jatuh setiap rudal yang diluncurkan secara sepihak oleh negara tetangganya di utara.

Dilansir laman the Independent, Senin (17/4), AS telah mengirim sistem pertahanan udara bernama Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) awal bulan lalu. Meski sudah tiba di Korsel, namun pengaktifan sistem ini ditunda atas permintaan China.

Meningkatnya ketegangan dengan peluncuran rudal terbaru di Korut membuat Plt Presiden Korsel Hwang Kyo-ahn meminta Wakil Presiden AS Mike Pence untuk mengaktifkannya. Apalagi, Pence sudah menyatakan masa kesabaran AS terhadap Korut sudah berakhir.

"Kami telah sepakat untuk meningkatkan kesiapan atas aliansi Korsel-AS yang bersama-sama menghadapi ancaman dari Korea Utara untuk mempercepat penempatan THAAD," ujar Hwang dalam konferensi pers bersama Pence.

Sebelumnya, Korut kembali menggelar uji coba peluncuran rudal yang berakhir dengan kegagalan pada Minggu (16/4) kemarin. Senjata itu keburu meledak sebelum berhasil mengudara dan ledakannya terdeteksi oleh radar milik militer Korsel dan AS.

Operasi untuk memasang THAAD sudah dimulai sejak Maret lalu, atau sehari setelah Korut meluncurkan empat rudal balistik. AS menerbangkan elemen pertama dari sistem pertahanan udara tersebut ke sebuah markas militer di dekat ibu kota Korsel, Seoul.

Senjata ini memiliki area tembak sejauh 200 km dan mampu menghancurkan rudal saat berada di udara menuju sasaran. Sistem ini sebelumnya telah terpasang di Guam dan Hawaii.

Pemasangan sistem ini ditentang oleh China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang mengancam akan melakukan tindakan apapun untuk menjaga kepentingan keamanan mereka. Beijing memandang THAAD itu sebagai ancaman atas klaim mereka di Laut China Selatan.

Kini, AS tidak mau tinggal diam dengan tindakan Korut. Penasihat keamanan Donald Trump telah menyebut kenekatan itu sebagai ancaman baru dan yakin peluncuran rudal itu telah menjadi masalah internasional, termasuk kepemimpinan China.

Pence juga menyatakan bahwa kesabaran AS menghadapi segala tindakan Korut sudah habis. Dia juga menegaskan kuatnya aliansi antara Korsel dengan AS untuk menghadapi negara komunis tersebut.

"Semua pilihan sudah berada di atas meja untuk mencapai objektif dan memastikan stabilitas rakyat di negeri ini (Korsel)," ujar Pence saat mendatangi zona demiliterisasi (DMZ) selama kunjungannya di Korsel.

Baca juga:
Mike Pence soal rudal Korut: Kesabaran AS sudah habis
Gelar uji coba, rudal terbaru Korut meledak saat diluncurkan
Deretan rudal andalan Korut di HUT ke-105 kelahiran Kim Il Sung
Korea Utara gelar parade militer, pamer rudal balisik antarbenua
China coba peringatkan Korea Utara soal uji coba nuklir

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.