Mike Pence soal rudal Korut: Kesabaran AS sudah habis
Merdeka.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menyatakan kengototan Korea Utara (Korut) dengan terus menggelar program nuklir dan rudal balistik membuat kesabaran AS dan sekutunya sudah habis. Dia juga mengancam akan memberikan tindakan keras terhadap rezim Kim Jong-un jika uji coba kembali berlangsung.
Dilansir the Guardian, Senin (17/4), Pence mengingatkan kembali keputusan Trump untuk melakukan serangan rudal terhadap rezim Bashar al-Assad. Dia juga menegaskan keberpihakan AS terhadap sekutunya Korea Selatan (Korsel) jika negeri komunis itu nekat menyerbu negara tetangganya.
"Presiden Trump sudah membuatnya lebih jelas bahwa kesabaran Amerika Serikay dan sekutu kami di wilayah ini sudah habis dan kami ingin melihat perubahan," katanya saat mengunjungi Korsel.
Pernyataan itu disampaikan Pence saat melakukan kunjungan mendadak ke perbatasan yang memisahkan Korut dan Korsel. Di tempat ini, dia juga mendesak China untuk menggunakan kedekatannya dengan Korut untuk meninggalkan program nuklir dan rudal balistik.
"Kami ingin melihat Korea Utara meninggalkan tindakan gegabah untuk mengembangkan senjata nuklir, dan juga penggunaan dan pengujian rudal balistik yang tidak bisa diterima."
Jika Pyongyang sampai nekat menggunakan senjata nuklir, tambah Pence, maka mereka akan menghadapi pembalasan yang setimpal dan efektif. "Korea Utara lebih baik tidak menguji keteguhannya," ucap Pence.
Pence juga meminta kepada personel militer AS agar 'merendah' selama berada di zona demilitarisasi (DMZ), batas pemisah antara Utara dan Selatan, sekaligus simbolisasi hubungan kedua negara sejak berakhirnya Perang Korea dalam sebuah kesepakatan damai pada 1953.
Saat mendatangi perbatasan tersebut, dua prajurit Korut memantau Pence dari sisi utara dan mengambil beberapa foto.
"Ayah saya mengabdi bersama angkatan darat AS di Perang Korea, dan dalam perjalanan ke sini kita melihat beberapa dataran di mana ayah saya bertempur bersama pasukan Korea untuk membantu meraih kebebasan," kata Pence saat berada di Camp Bonifas.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya