LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Korea Utara Luncurkan Kapal Perang Baru dengan Kekuatan Peluncur Rudal, Simak Kekuatannya

Korea Utara resmi meluncurkan kapal perusak rudal Choe Hyon, menandai kemajuan signifikan dalam modernisasi angkatan lautnya.

Rabu, 30 Apr 2025 17:00:44
korea utara
kapal perang baru korea utara (Image DPRK via Chinese social media)
Advertisement

Pada tanggal 25 April 2025, Korea Utara secara resmi meluncurkan kapal perusak rudal terbarunya, Choe Hyon, dalam sebuah acara yang dipimpin oleh pemimpin negara Kim Jong Un. Peluncuran ini berlangsung di galangan kapal Nampho dan menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi angkatan laut Korea Utara. Kapal ini tidak hanya menandakan kemajuan teknologi militer, tetapi juga menunjukkan komitmen Korea Utara untuk memperkuat posisi militernya di kawasan yang penuh ketegangan ini.

Kapal perusak Choe Hyon memiliki bobot sekitar 5.000 ton, menjadikannya kapal perang terbesar yang pernah dibangun oleh Korea Utara. Dengan berbagai persenjataan canggih yang terpasang, Choe Hyon dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan di medan perang modern. Kim Jong Un menyatakan bahwa kapal ini akan menjadi inti dari kekuatan pertahanan nasional dan komponen pencegah perang nuklir.

Dalam konteks ini, peluncuran Choe Hyon menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara tetangga dan negara-negara Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Utara terus berupaya meningkatkan kekuatan militernya dan menegaskan posisinya di panggung internasional.

kapal perang baru korea utara KCNA

Spesifikasi dan Persenjataan Choe Hyon

Choe Hyon dilengkapi dengan berbagai armamen yang mengesankan. Beberapa spesifikasi utama kapal ini meliputi:

Advertisement
  1. Bobot: Sekitar 5.000 ton, menjadikannya sebagai kapal perang terbesar yang dibangun Korea Utara.
  2. Meriam: Dikenal dengan meriam laut kaliber 127mm yang terpasang di haluan.
  3. Sistem Pertahanan Udara: Menerapkan sistem pertahanan udara jarak dekat (CIWS) yang mirip dengan sistem Pantsir-ME buatan Rusia.
  4. Meriam 30mm: Dilengkapi dengan sepasang meriam AK-630 30mm untuk pertahanan tambahan.
  5. Sistem Peluncur Vertikal: Memiliki sistem peluncur vertikal (VLS) yang dapat menampung berbagai jenis rudal, termasuk rudal jelajah dan rudal balistik.

Jumlah sel VLS yang dimiliki Choe Hyon bervariasi, dengan beberapa laporan menyebutkan total 74 sel dalam berbagai ukuran. Ini menunjukkan kemampuan kapal untuk membawa sejumlah besar rudal, termasuk yang dirancang untuk serangan darat maupun anti-kapal.

Peran Strategis Choe Hyon dalam Angkatan Laut Korea Utara

kapal perang korea utara KCNA

Choe Hyon dirancang untuk menjalankan misi peperangan multi-domain, dengan kemampuan untuk bertindak sebagai kapal anti-udara, anti-permukaan, dan untuk melakukan serangan darat. Kapal ini diperkirakan akan menjadi bagian dari Armada Laut Timur Korea Utara, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut secara keseluruhan. Dengan kata lain, Choe Hyon akan berperan penting dalam memperkuat pertahanan maritim negara ini.

Advertisement

Kim Jong Un mengungkapkan harapannya bahwa kapal ini akan menjadi komponen penting dalam strategi pertahanan negara. Dalam sebuah pernyataan, ia menekankan, "Kapal ini akan menjadi inti dari kekuatan pertahanan nasional dan komponen pencegah perang nuklir." Pernyataan ini mencerminkan pentingnya Choe Hyon dalam konteks keamanan nasional Korea Utara.

Konteks Geopolitik dan Dampak Peluncuran

kim jong un KCNA

Peluncuran Choe Hyon terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Asia Timur. Hal ini dapat dilihat sebagai upaya Korea Utara untuk menunjukkan kekuatan militernya kepada dunia, sekaligus menegaskan posisi strategisnya di wilayah tersebut. Negara-negara tetangga, terutama Korea Selatan dan Jepang, serta negara-negara Barat, mengamati dengan cermat perkembangan ini.

Perbandingan dengan kapal perang dari negara lain menunjukkan bahwa meskipun Choe Hyon diklasifikasikan sebagai kapal perusak, ukurannya lebih mendekati fregat serbaguna. Jumlah sel VLS yang dimilikinya jauh lebih banyak dibandingkan dengan fregat seukuran dari negara lain, seperti fregat kelas Constellation milik Amerika Serikat yang hanya memiliki 32 sel. Ini menunjukkan potensi Choe Hyon untuk menjadi kekuatan yang signifikan dalam angkatan laut Korea Utara.

Advertisement

Dengan peluncuran kapal perusak Choe Hyon, Korea Utara menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berinvestasi dalam teknologi militer, tetapi juga berkomitmen untuk memperkuat posisi mereka dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks. Meskipun informasi detail mengenai spesifikasi dan kemampuan penuh kapal ini masih terbatas, perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh komunitas internasional.

kapal perang baru korea utara KCNA
Berita Terbaru
  • Mitigasi Banjir Musim Hujan, Lanud Halim Perdanakusuma Normalisasi Waduk
  • Pertarungan Sengit! UFC Fight Night: Kape vs Horiguchi di Vidio
  • JRP Insurance Berikan Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung Jakarta Fair 2026
  • Diskusi di UGM Ricuh, Qodari: Kalau Tak Mau Berdialog Itu Bukan Demokrasi
  • Luhut Undang Prabowo Tinjau Uji Coba Bansos Digital, Siap Diluncurkan Nasional Oktober 2026
  • #hariantren
  • kapal perang
  • kim jong-un
  • konten ai
  • konten nais
  • korea utara
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
P
Reporter Pandasurya Wijaya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.