Korea Utara: Latihan gabungan AS dan Korsel bisa hambat perdamaian
Korea Utara memperingati Amerika Serikat dan Korea Selatan soal latihan gabungan yang terus dilanjutkan. Padahal Korut berencana untuk memperbaiki hubungan dengan Korea.
Korea Utara memperingati Amerika Serikat dan Korea Selatan soal latihan gabungan yang terus dilanjutkan. Padahal Korut berencana untuk memperbaiki hubungan dengan Korea.
Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam jika latihan gabungan diteruskan. Kapan pun latihan gabungan ini dilakukan, maka akan mengancam semenanjung Korea.
"Perdamaian dan keamanan semenanjung Korea terancam. Dan ketidakpercayaan dan permusuhan antar-Korea semakin meningkat. Situasi ini menjadi hambatan yang besar menjelang dialog," kata Ri Yong Ho, dalam surat untuk PBB dikutip dari Reuters, Jumat (2/2).
Ri Yong Ho menambahkan Korea Utara berupaya memperbaiki hubungan di masa depan. Namun, Korut juga tidak akan tinggal diam jika latihan gabungan tersebut tetap dilakukan.
Sebelumnya, AS dan Korea Selatan sepakat untuk menghentikan latihan militer gabungan awal tahun ini, sampai Korut selesai mengadakan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, yang dimulai minggu depan.
Duta Besar AS untuk Korea Utara Joseph Yun mengatakan semua pilihan tetap ada untuk menyelesaikan masalah mengenai program rudal nuklir Korea Utara. Dia juga merasa pemerintahan Trump tak ada yang memicu tindakan militer.
Di lain pihak, Ri Yong Ho mengatakan opini publik AS menyesatkan, seolah-olah dialog antar-Korea adalah hasil dari sanksi yang diberikan untuk Korut.
Baca juga:
Kecewa pada media, Korut mundur dari proyek kerja sama dengan Korsel
Olimpiade sempat cairkan hubungan, kaum muda Korsel tetap enggan damai dengan Korut
Hubungan dengan Korut mencair, Korsel dan AS lanjutkan latihan gabungan
Korsel sambut hangat kedatangan atlet hoki es Korut
Langka, Korut serukan semua warganya berdamai dengan Korsel