Korea Utara buka kembali sambungan hotline ke Korea Selatan
Menurut Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Penyatuan Korea Selatan, pemerintah Korea Utara yang lebih dulu mengaktifkan sambungan langsung (hotline) di perbatasan Panmunjom pada Rabu kemarin.
Pemerintah Korea Utara memutuskan mengaktifkan kembali jalur komunikasi khusus dengan Korea Selatan, yang diputus sejak Februari 2016. Hal ini diharapkan menjadi sinyal perbaikan hubungan antara kedua negara, dan mengurangi ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.
Dilansir dari laman Associated Press, Kamis (4/1), menurut Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Penyatuan Korea Selatan, pemerintah Korea Utara yang lebih dulu mengaktifkan sambungan langsung (hotline) di perbatasan Panmunjom pada Rabu kemarin. Pesawat telepon hotline di Korea Selatan berdering pada pukul 06.30 waktu setempat, dan pembicaraan antara kedua pihak terjadi selama 20 menit. Namun, pihak Korea Selatan enggan membeberkan isi percakapan itu.
Pemerintah Korea Utara menutup sambungan langsung itu pada Februari 2016 sebagai aksi balasan. Sebab, sebuah kawasan industri di perbatasan dikelola kedua negara ditutup oleh Korea Selatan.
Menurut pernyataan Ketua Komiter Penyatuan Damai dari Korea Utara, Ri Son Gwon, perintah pembukaan jalur sambungan langsung itu langsung diberikan oleh atasannya, Kim Jong Un. Menurut dia, Kim Jong Un meminta supaya komunikasi dengan Korea Selatan dilakukan dengan tulus dan jujur.
Setelah kejadian itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, juga memerintahkan supaya jalur komunikasi tetap dibuka. Dia berharap pemerintah Korea Utara mau melanjutkan proyek kerja sama dan perundingan penyatuan kedua negara. Sebab, meski mendukung penjatuhan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat, Moon tetap berupaya memenuhi janji saat kampanye yakni menghindari perang dan mengedepankan dialog dengan Korea Utara.
Pada permulaan 2018, Jong Un tersirat ingin memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan. Caranya, kata dia, dengan mengirim perwakilan ke ajang Olimpiade Musim Dingin digelar di Pyeongchang, Korea Selatan.
"Olimpiade Musim Dingin yang sebentar lagi akan digelar di Korea Selatan akan menjadi kesempatan yang baik buat mempertunjukkan status negara kami, dan kami berharap ajang itu akan berakhir dengan baik," ujar Kim.
Kim Jong Un menyatakan mereka tidak gentar memasuki 2018 walau diadang dan dipersulit oleh banyak pihak. Dia juga menyatakan kalau program pengembangan senjata nuklir sudah selesai, tetapi hal itu hanya dipakai jika mereka terdesak dan terancam.
Kim menyatakan hal itu dalam pesan menjelang tahun baru, disiarkan melalui saluran televisi. Di awal pidato, dia langsung memperingatkan supaya Amerika Serikat tidak main-main atau meremehkan Korea Utara karena sudah memiliki sistem persenjataan jarak jauh dan hulu ledak nuklir.
"AS harus tahu kalau di meja saya sudah ada tombol picu rudal nuklir. Seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan nuklir kami. AS tidak akan pernah memulai perang dengan saya atau Korea Utara," ucap Kim.
Baca juga:
Trump sesumbar tombol nuklirnya lebih besar dari punya Kim Jong-un
Twitter dikecam karena abaikan cuitan perang nuklir Trump ke Korea Utara
Ini kapal tanker yang nekat kirim pasokan minyak ke Korea Utara
Kim Jong Un sebut proyek senjata nuklir Korea Utara sudah tuntas
Korsel sita lagi tanker kirim minyak buat Korut