Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Twitter dikecam karena abaikan cuitan perang nuklir Trump ke Korea Utara

Twitter dikecam karena abaikan cuitan perang nuklir Trump ke Korea Utara Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Trump baru saja mencuitkan sebuah hal yang digadang-gadang akan memicu perang nuklir antara AS dan Korut. Namun Twitter nampak tenang akan hal tersbut.

Melansir NBC News, hal ini diawali pada hari Selasa (2/1) kemarin, di mana pemimpin Korut Kim Jong-un menyebut bahwa ia memiliki tombol nuklir di mejanya, dan nuklir tersebut mampu mencapai Amerika Serikat. Jong-un bahkan menyebut bahwa hal tersebut "bukanlah ancaman, namun realita."

Mendengar hal tersebut, Trump melalui Twitter merespon: "Saya juga punya tombol nuklir, namun (tombol nuklir) ini lebih besar dan lebih bertenaga ketimbang miliknya (Kim Jong-un), dan tombolku berfungsi!"

Warganet berbondong-bondong meramaikan Twitter sembari bertanya apakah cuitan tersebut melanggar kebijakan Twitter soal ancaman kekerasan. Namun berdasarkan dari respon Twitter atas laporan warganet atas cuitan tersebut, Twitter menyebut bahwa "tidak ada pelanggaran kebijakan Twitter terhadap perilaku kekerasan."

Bahkan Mashable mendapat konfirmasi langsung dari Twitter di mana cuitan sang presiden tidak melanggar kebijakan mereka, yang mengusung soal ancaman kekerasan serta mengagung-agungkan kekerasan.

Kebijakan yang seharusnya dilanggar oleh Trump tersebut berbunyi, "Anda tidak boleh melakukan ancaman kekerasan spesifik atau menghendaki kejahatan fisik, kematian, atau penyakit kepada individu, kelompok atau bangsa."

Sebelumnya pada Desember lalu, Twitter juga tak tanggap soal cuitan Presiden Trump yang meretweet video anti-Muslim.

Twitter lewat sang CEO, Jack Dorsey, menyebut bahwa "kami membuat alasan yang salah soal mengapa kami tak ambil tindakan terhadap video (anti Muslim yang diretweet Trump)," cuit Jack. "Kami masih melihat secara kritis pada semua kebijakan kami, dan menghargai semua saran yang masuk." tambahnya.

Sebelumnya, Twitter lewat juru bicara yang tidak disebut namanya, menyebut bahwa "mungkin ada kesempatan langka ketika kita harus membiarkan konten atau perilaku kontroversial yang mungkin dapat merugikan kita, untuk tetap pada layanan kami (Twitter), karena kami yakin ada kepentingan publik yang sah akan adanya orang tersebut." Dalam hal ini, tersirat bahwa presiden tidak akan bisa dihapus cuitannya karena ia adalah "pembawa kepentingan publik."

Hal ini diperburuk dengan dua cuitan dari akun resmi @Twittersafety, yang menyebut bahwa "video tersebut diizinkan di Twitter berdasarkan kebijakan media Twitter saat ini."

Hal ini dikecam habis oleh netizen, disebut bahwa Twitter justru mempromosikan kebencian terhadap kaum termarjinal. Terlebih lagi alasan bahwa setiap video diizinkan tetap ada di platform, hanya dengan sebuah peringatan bahwa video tersebut mengandung konten bahaya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa semengerikan apapun cuitan Trump, Twitter tak akan menurunkannya karena hal tersebut mengandung nilai berita dan terdapat kepentingan publik yang dibawa oleh Trump.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP