Korban sandera Sydney kirim pesan singkat mengharukan ke ibunya
"Ibu, aku ada di Kafe Lindt. Jantungku seperti mau copot," bunyi pesan singkat itu.
Seorang ibu korban penyanderaan di kafe Lindt, Sydney, hari ini mengatakan kepada penyiar stasiun radio 2GB di Australia Ray Hadley , dia menerima pesan singkat dari putranya.
"Ibu, aku ada di Kafe Lindt. Jantungku seperti mau copot. Saya tidak apa-apa, bu. Belum bisa bicara sekarang," bunyi pesan singkat itu.
"Sejak itu saya belum mendapat kabar lagi," kata ibu korban.
Hadley mengklaim dia sempat tiga kali berbincang dengan sandera di Kafe Lindt, tempat penyanderaan terjadi hari ini.
Hadley yang terus melaporkan peristiwa penyanderaan itu secara langsung lewat radio mengatakan kepada pemirsanya, dia sudah berbicara dengan seorang lelaki yang sedang jadi korban penyanderaan dua pria bersenjata itu, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (15/12).
"Saya bisa mendengar suara di latar belakang telepon. Ada orang yang sedang sakit parah. Dia perlu perawatan segera. Mereka sudah disandera selama lima jam," kata dia.
Hadley mengatakan akan sangat tidak bertanggung jawab jika dia meminta putra si ibu tadi berbicara lewat siaran langsung.
Baca juga:
Dua korban lagi berhasil kabur dari penyanderaan Sydney
Dua korban lagi berhasil kabur dari penyanderaan Sydney
Tiga korban penyanderaan Sydney berhasil kabur
Bendera peyandera di Sydney milik sayap Al Qaidah
Di tengah penyanderaan Sydney, pria ini asyik selfie di lokasi
PM Australia: Ini bukan terorisme