Kongres Filipina hapus anggaran polisi untuk perang melawan narkoba
RUU tersebut disetujui oleh Kongres pekan lalu. Presiden Filipina Rodrigo Duterte diperkirakan akan mengesahkan RUU tersebut pada hari Selasa (19/12).
Kongres Filipina menyetujui undang-undang yang menghapus usulan anggaran 900 juta peso (Rp 242 miliar) untuk membiayai aktivitas polisi dalam membasmi narkoba. Saat ini polisi tidak lagi memimpin operasi tersebut. Sebagai gantinya, mereka diberi kamera yang diletakkan pada tubuh mereka untuk merekam penangkapan.
Senator Loren Legarda, ketua komite keuangan senat, mengatakan, Senin (18/12), bahwa Kongres kembali mengalokasikan anggaran yang diminta polisi, karena saat ini Badan Penegakan Obat-obatan yang memimpin penghapusan narkoba, di mana ribuan tersangka penjual dan pengguna telah terbunuh, seperti dilansir dari Reuters.
RUU tersebut disetujui oleh Kongres pekan lalu. Presiden Filipina Rodrigo Duterte diperkirakan akan mengesahkan RUU tersebut pada hari Selasa (19/12).
Sebagian besar uang yang dikeluarkan dari perang melawan narkoba akan ditujukan ke perumahan militer dan polisi. Lalu sisanya akan digunakan untuk membeli kamera tubuh untuk polisi yang terlibat dalam operasi anti-narkoba.
Tindakan keras anti-narkotika sudah banyak dikritik oleh dunia. Kelompok hak asasi manusia menunjukkan penyimpangan dalam operasi polisi dan dugaan eksekusi terhadap tersangka narkoba.
Polisi mengatakan mereka telah menembak mati lebih dari 3.900 tersangka narkoba untuk membela diri selama kampanye 17 bulan tersebut. Namun kalangan masyarakat Filipina malah ragu terhadap laporan polisi tersebut.
Baca juga:
Duterte ingin Manny 'Pacman' Pacquiao jadi presiden Filipina selanjutnya
Parlemen Filipina kabulkan permohonan Duterte perpanjang darurat militer di Mindanao
Vaksin DBD bermasalah, Filipina minta ganti rugi Rp 1,1 Triliun
Gerilyawan komunis Filipina kini dianggap teroris
Filipina perintahkan penyelidikan vaksin DBD berbahaya