Khomeini, pria tegap yang selalu tepat waktu
Ayatullah Khomeini tidak mau makan di rumah makan kalau pelayannya bukan muslim.
Sebagai pemimpin revolusi, Imam Ayatullah Khomeini tidak hanya memiliki karisma kuat. Buat teman-teman dekatnya, dia dikenal pria langsing tapi atletis. Satu ciri yang tidak bisa dihilangkan adalah soal tepat waktu.
Menurut salah satu anak perempuannya, hidup Khomeini sangat teratur. Sampai-sampai jika dia tidak muncul saat tiba waktu makan, maka semua orang sangat cemas. Dia melakukan semua kebiasaan tepat waktu, baik makan, tidur, bangun, mandi, dan hal lainnya. Selain itu, pemimpin Revolusi Iran itu juga terbiasa teratur saat mengerjakan tugas-tugasnya.
Tidak hanya para kerabat kagum akan kebiasaan Khomeini. Sesama ulama pun angkat topi saat berbicara tentang kepribadian dia. Menurut Syekh ahmad Deedat, ulama Sunni asal Afrika Selatan, pemimpin Garda Revolusi Islam Iran itu adalah sosok berwibawa dan berilmu tinggi. "Saya suatu saat melihat dia memberikan ceramah sekitar setengah jam. Selama itu, semua bahan pembicaraannya berasal dari Al-Qur'an. Buat saya, dia seperti Al-Qur'an berjalan," kata Ahmad Deedat dikutip dari situs www.wikipedia.com.
Deedat menambahkan, saat Khomeini menyampaikan ceramah sangat terasa getaran karisma yang dia miliki. Bahkan, lanjut Deedat, tiba-tiba saja air mata menetes selama mendengarkan dia. Dia mengatakan pemimpin revolusi Iran itu adalah pria tua paling tampan yang pernah dia temui.
Namun, Khomeini dikenal memiliki perangai acuh tak acuh dan tegas. Saking tegasnya sampai beberapa pihak menilai dia keras kepala. Menurut pengakuan Khomeini dia bersikap seperti itu karena terinspirasi dari kekaguman dan ketakutan orang-orang di sekitarnya.
Saat berjalan, Khomeini jarang tersenyum. Bahkan saat ceramah dia seakan mengacuhkan tatapan jamaah.
Khomeini memiliki prinsip menyentuh berbagai benda kotor atau minuman keras, darah, dan bahkan berjabat tangan kepada non-muslim hukumnya najis. Jika dia sampai memegangnya secara sengaja atau tidak, maka dia buru-buru mengambil wudhu atau mandi jika perlu. Itu adalah contoh dia sangat memegang teguh nilai-nilai Islam dalam mengatur kehidupan sehari-hari.
Satu hal lagi, Ayatullah Khomeini dilaporkan tidak mau makan atau minum di rumah makan sampai dia tahu benar pelayannya adalah muslim.
(mdk/fas)