LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ketua Parlemen Selandia Baru Beri Makan Bayi saat Sidang

Ketika anggota parlemen Selandia Baru berdebat soal harga bahan bakar, Ketua Parlemen Trevor Mallard meminta izin untuk memberi makan seorang bayi.

2019-08-22 17:20:36
Selandia Baru
Advertisement

Ketika anggota parlemen Selandia Baru berdebat soal harga bahan bakar, Ketua Parlemen Trevor Mallard meminta izin untuk memberi makan seorang bayi. Bayi usia enam minggu sedang dipeluk oleh ayahnya, Tamati Coffey yang merupakan anggota parlemen.

"Ada saat-saat ketika saya bisa berguna sedikit," kata Mallard seperti dikutip dari laman Reuters, seraya menambahkan bahwa dia mencoba membantu merawat bayi anggota parlemen jika memungkinkan.

Sejak 2017, Mallard memberi kelonggaran peraturan untuk membuat parlemen lebih ramah anak. Belasan anggota parlemen membawa bayi mereka ke ruang bayi dalam parlemen.

Advertisement

Tahun lalu, Perdana Menteri Jacinda Adern menjadi perdana menteri Selandia Baru pertama yang mengambil cuti hamil. Dalam skala internasional, Adern menjadi pemimpin kedua yang melahirkan pada masa jabatannya. Bahkan putrinya, Neve Te Aroha, menjadi perbincangan karena turut hadir dalam majelis umum PBB di New York pada September lalu.

Tania Te Whenua, seorang pengacara Māori (penduduk asli Selandia Baru), menuduh adanya diskriminasi terhadap karyawan perempuan asli Māori. Dirinya mengatakan, pernah mengalami perselisihan di tempat kerja karena anak-anaknya kerap mengunjunginya di tengah jam kantor.

"Kemampuan untuk memiliki, memelihara, dan membesarkan anak-anak adalah aspek yang dirayakan dari budaya Māori," ungkapnya.

Advertisement

Dia juga menyatakan dukungan untuk kebijakan ketua parlemen Selandia yang memperbolehkan membawa anak di sidang parlemen.

"Apa yang saya temukan adalah bahwa (kebijakan) itu menambah suasana positif di tempat kerja," tutur Mallard.

Dirinya menambahkan, secara teratur anggota parlemen dapat mengontrol bayi mereka.

Mallard menyampaikan, kehadiran bayi-bayi itu memberikan dorongan moral, dibuktikan dari keinginan utusan resmi untuk menukar tugas mengirimkan dokumen, dengan tugas membawa bayi ke parlemen sebagai gantinya.

Namun, para pembela hak-hak pekerja mengatakan, hanya sedikit warga Selandia Baru yang memiliki hak untuk menyeimbangkan antara merawat anak dan bekerja. Mereka berharap, kebijakan parlemen tingkat tinggi yang memperbolehkan membawa bayi, dapat membawa perubahan yang lebih luas bagi aturan pekerja.

Repoter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Pakai Burkini, Seorang Perempuan di Selandia Baru Diusir dari Kolam Renang
Selandia Baru akan Buat UU Larang Pendatang Asing Beli Senjata
Arab Saudi Undang Keluarga Korban Penembakan Selandia Baru Naik Haji
Buat Sarang di Kedai Sushi, Polisi Selandia Baru Tahan Sepasang Penguin
Selandia Baru Luncurkan Program Pembelian Senjata Warga oleh Pemerintah
Intelijen Barat Retas 'Googlenya Rusia' buat Mata-matai Pengguna

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.