LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Keponakan Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ditangkap

Farideh telah ditahan sejak 23 November lalu. Kini Farideh ditahan di penjara Evin yang berada di Ibu Kota Iran, Teheran.

2022-11-28 13:55:58
Iran
Advertisement

Farideh Moradkhani, keponakan pemimpin spiritual tertinggi Iran Ali Khamenei meminta agar seluruh pemimpin dunia memutus hubungan dengan Iran. Farideh yang dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia dan insinyur itu menyuarakan permintaannya melalui video yang disebarkan di YouTube oleh kakaknya, Mahmoud Moradkhani.

Permintaan pemutusan hubungan disuarakan Farideh setelah terjadinya unjuk rasa di seluruh Iran selama dua bulan lebih karena kematian perempuan berusia 22 tahun bernama Mahsa Amini di tahanan polisi.

“Wahai orang-orang merdeka, bersamalah dengan kami dan beri tahu pemerintah Anda untuk berhenti mendukung rezim pembunuh dan pembunuh perempuan ini. Rezim ini tidak setia pada prinsip agama apa pun dan tidak mengenal aturan apa pun kecuali kekerasan dan mempertahankan kekuasaan,” ujar Farideh di video, dikutip dari Reuters, Senin (28/11).

Advertisement

“Sekaranglah waktunya bagi semua negara bebas dan demokratis untuk memanggil kembali perwakilan mereka dari Iran sebagai isyarat simbolis dan untuk mengusir perwakilan rezim brutal ini dari negara mereka,” lanjutnya.

Namun seruan Farideh membuat dia ditahan pihak berwajib Iran. Mahmoud dan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) menjelaskan Farideh telah ditahan senjak 23 November lalu. Kini Farideh ditahan di penjara Evin yang berada di Ibu Kota Iran, Teheran.

HRANA mengungkap setidaknya 450 pengunjuk rasa termasuk 63 anak di bawah umur tewas dalam lebih dari dua bulan kerusuhan nasional pada 26 November. Kemudian 60 anggota pasukan keamanan Iran juga tewas dan 18.173 pengunjuk rasa ditahan.

Advertisement

Jalal Mahmoudzadeh, seorang anggota parlemen dari kota Mahabad mengungkap sebanyak 105 orang tewas di daerah berpenduduk Kurdi selama unjuk rasa.

Unjuk rasa yang sudah berjalan lama itu akhirnya menimbulkan tantangan terberat bagi para pemimpin Iran semenjak Revolusi Islam pada 1979 lalu. Tantangan pun mengarah pada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sistem pemerintahan teokrasi Islam.

Kritikan juga pernah dilontarkan Faezeh Hashemi Rafsanjani, putri mendiang mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani pada 2012 lalu. Dia pun dijatuhi penjara karena menyebarkan propaganda anti-negara.

Namun pada 26 November lalu, Iran telah membebaskan dia bersamaan dengan aktivis hak asasi manusia lainnya, Hossein Ronaghi.

Sebelumnya pada Kamis pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setuju membentuk misi investigasi baru untuk menyelidiki tindak kekerasan pihak keamanan Iran kepada para pengunjuk rasa.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Baca juga:
Federasi Sepak Bola AS Hilangkan Kata Allah dari Bendera Iran di Klasemen Piala Dunia
Momen Kiper Wales saat Diganjar Kartu Merah
Kemenangan Dramatis Iran di Menit Akhir Usai Kiper WalesKartuMerah
Aksi Suporter Cantik Timnas Iran saat Laga Lawan Wales di Piala Dunia 2022
Link Live Streaming Wales vs Iran Sore Ini: Kemenangan Harga Mati
Prediksi Wales vs Iran di Grup B Piala Dunia: Waspada Kebangkitan Iran

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.