LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kemlu pastikan tiga pendaki Indonesia hilang di Nepal tewas

Mereka hilang di Langtang saat Nepal mengalami gempa tahun lalu. Surat kematian resmi kini diterbitkan

2016-01-12 02:07:00
Gempa Nepal
Advertisement

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa status ketiga pendaki Gunung Everest hilang dalam bencana gempa di Nepal April 2015 lalu, dipastikan tidak ditemukan lagi. Pasalnya, surat kematian resmi telah diterima Kemlu.‎

Tiga WNI hilang itu adalah Alma Parahita, Kadek Andana dan Jeroen Hehuwat. Ketiganya adalah anggota Taruna Hiking Club Bandung.

"Kasus tiga orang (pendaki), surat kematiannya sudah keluar, kita sudah instruksikan kedutaan kita di Bangladesh, Dhaka, karena Nepal yang berwenang untuk mengeluarkan surat itu," ujar Iqbal di Jakarta, Senin (11/1).‎

Advertisement

Surat tersebut, jelas Iqbal, merupakan terusan surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Nepal. Surat itu sudah secara resmi diterima Kemlu beberapa waktu lalu dan sudah diserahkan kepada keluarga tiga WNI itu.‎

"Secara resmi sudah dilakukan serah terima dengan keluarga korban di Bandung," ucap Iqbal.

Indikasi ketiganya meninggal berdasarkan temuan tim SAR asal Spanyol yang menyisir area dataran tinggi Langtang. Mereka menemukan dompet di bawah bebatuan gunung, berisi KTP, SIM C, dan NPWP milik Alma Parahita. Temuan itu diserahkan kepada Tentara Nepal, yang langsung menghubungi pemerintah RI.

Advertisement

Berdasarakan temuan ini, semakin kuat dugaan bahwa Alma, Kadek , dan Jeroen Hehuwat dari Taruna Hiking Club, Bandung, masih berada di sekitar penginapan Everest ketika terjadi gempa berkekuatan 7,8 skala Richter 25 April 2015.

Pihak keluarga sendiri sudah mengikhlaskan kepergian sanak saudara mereka, dengan membalas surat tersebut dan memberikan ucapan terima kasih kepada pemerintah melalui Menteri Luar Negeri.‎

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter yang mengguncang Nepal tahun lalu menewaskan lebih dari 7.000 orang dan melukai hampir 10 ribu orang lainnya.‎

Baca juga:
Keluarga bungkam, identitas Alma ditemukan di Nepal
Berkat dompet, tim RI kembali cari WNI hilang di Nepal pakai heli
Dompet milik seorang pendaki asal Bandung di Nepal ditemukan
Kisah Winarti dan 2 anaknya selamatkan diri dari gempa Nepal
Berjuang ucapkan syahadat, muslim di Nepal kini berjaya

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.