Kisah Winarti dan 2 anaknya selamatkan diri dari gempa Nepal
Merdeka.com - Pemerintah mengevakuasi 26 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal untuk tahap pertama usai gempa dahsyat mengguncang dan menewaskan ribuan jiwa. Mereka tiba di Tanah Air malam ini menggunakan pesawat milik TNI AU yang mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Salah satu WNI yang dievakuasi adalag Winarti (40). Warga asli Blitar ini dievakuasi bersama dua anaknya yang sudah enam tahun tinggal di Nepal.
"Saya sudah 6 tahun stay tinggal di sana, karena suami saya orang Nepal," kata Winarti saat tiba di Lanud Halim PK, Rabu (6/5),
Saat kejadian gempa, Winarti bersama keluarga ingin jalan-jalan bersama keluarga. Belum sempat jalan-jalan, gempa 7,9 skala richter mengguncang Nepal.
"Saya kaget mas, saya kira apa gitu. Posisi anak yang kecil sama saya Bagus (3), saya teriak sama suami karena yang anak besar, Hilmah (6) itu posisinya di lantai dua rumah saya," ujarnya.
Waktu dirinya hendak keluar rumah pasca merasakan guncangan, kenang Winarti, di depan rumah suasana sudah dipenuhi orang yang panik dan ketakutan. Semua berteriak histeris ketakutan. Sampai Winarti tidak dapat memegang sesuatu karena kencangnya gempa.
Selama gempa, Winarti tidur di luar rumah, dengan membangun tenda yang dibuatnya sendiri, karena bantuan pemerintah setempat belum diterima.
"Saat berada di Nepal, saya merasakan gempa susulan hampir 100 kali dan 3 kali yang besar. Untuk kebutuhan air dan makan saya beli di toko-toko yang masih tetap buka. Listrik saat itu padam hampir dua hari," ujarnya.
Winarti baru bisa menghubungi keluarga setelah beberapa jam kemudian karena gangguan sinyal akibat gempa. Keluarga yang berada di Indonesia meminta agar Winarti pulang dulu ke Blitar hingga suasana dan kondisi di Nepal kondusif.
Akibat kejadian gempa ini, anak Winarti sempat mengalami trauma. "Kondisi anak saya takut sampai nggak berani masuk ke rumah," tutupnya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya