Kecam AS Soal Genosida Israel di Gaza, Dua Jurnalis Diusir Paksa Saat Konferensi Pers Menlu Antony Blinken
Blinken menggelar konferensi terakhir sebagai Menlu AS menjelang akhir masa jabatan pemerintahan Joe Biden-Kamala Harris.
Pidato perpisahan Antony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) berubah rusuh pada Kamis setelah diinterupsi dua jurnalis. Para jurnalis tersebut mengecam keterlibatan Blinken dalam genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina.
Dua jurnalis tersebut kemudian diusir dari ruang pers Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (17/1).
"Mengapa Anda membiarkan bom tetap mengalir (ke Israel)?" teriak editor Grayzone, Max Blumenthal kepada Blinken.
"Mengapa Anda mengorbankan tatanan berbasis aturan demi komitmen Anda terhadap Zionisme?”
Ketika Blumenthal diseret keluar dari ruangan tersebut oleh petugas keamanan, dia tetap berteriak kepada Blinken.
"Anda membantu menghancurkan agama kami Yahudi dengan mengaitkannya dengan fasisme.... ayah mertua Anda merupakan pelobi Israel, kakek Anda seorang pelobi Israel.... Mengapa Anda biarkan holocaust di zaman kita terjadi? Bagaimana rasanya menjadikan genosida sebagai warisan Anda?" teriak Blumenthal.
Blinken adalah seorang Yahudi Amerika. Kakeknya, Maurice Blinken, lahir di Kiev yang saat itu menjadi bagian dari Rusia, yang kemudian bermigrasi ke AS. Dia mendirikan American Palestine Institute setelah Perang Dunia II, organisasi Zionis yang mengadvokasi kelayakan ekonomi negara Yahudi di Mandat Palestina.
Blinken tidak menanggapi pernyataan Blumenthal dan melanjutkan pidatonya. Tak lama kemudian, jurnalis lainnya, Sam Husseini, kembali mengkritik Blinken atas dukungannya terhadap Israel.
Sekitar tiga petugas keamanan mendekati Husseini, mencengkeramnya dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.
“Anda memberi ceramah tentang pers yang bebas!” teriak Husseini.
"Penjahat! Mengapa Anda tidak berada di Den Haag?” lanjutnya mengacu pada kota tempat Mahkamah Kriminal Internasional berada.