Kaum Ekstremis di Pakistan Buru Keluarga Bekas Terpidana Penistaan Agama
Bibi dan keluarganya selama ini bersembunyi sejak dia dibebaskan oleh Mahkamah Agung Pakistan. Kini, dia berada dalam tahanan perlindungan sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah dan partai Islam garis keras.
Keluarga Asia Bibi, perempuan Nasrani yang dibebaskan dari hukuman mati karena kasus penistaan agama di Pakistan mengaku mereka diburu oleh para ekstremis yang mencarinya dari rumah ke rumah.
Bibi dan keluarganya selama ini bersembunyi sejak dia dibebaskan oleh Mahkamah Agung Pakistan. Kini, dia berada dalam tahanan perlindungan sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah dan partai Islam garis keras.
Pengacara Bibi, sanak famili dan pendukungnya telah meminta keluarga bersangkutan untuk diberikan suaka di Eropa atau Amerika Utara.
Dikutip dari The Guardian pada Kamis (22/11), beberapa negara telah memberi sinyal kesediaan mereka untuk menawarkan suaka, tetapi belum ada yang memberikan bukti konkret.
John Pontifex, dari lembaga sosial Aid to the Church in Need UK (ACN), yang menyuarakan nasib Bibi sejak divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada 2010, mengatakan telah melakukan kontak intensif dengan keluarganya selama tiga pekan terakhir.
"Mereka (keluarga Bibi) mengatakan kepada saya,(kelompok ekstremis) mullah dilaporkan berada di lingkungan tempat tinggal mereka, pergi dari rumah ke rumah seraya menunjukkan foto-foto anggota keluarga di ponsel, mencoba memburu mereka," kata Pontifex.
"Bibi dan keluarganya harus pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari deteksi. Terkadang mereka hanya bisa kabur setelah matahari terbenam. Mereka harus menutupi wajah mereka ketika keluar di depan umum. Mereka harus melepas rosario yang menggantung dari kaca spion mobil karena takut diserang," tambahnya.
Sementara itu, pengacara Bibi, Saiful Malook, yang melarikan diri dari Pakistan tak lama setelah putusan pengadilan mengatakan hidupnya dalam bahaya.
Dia mengatakan bahwa pekan ini pembicaraan tentang suaka terhadap keluarga Bibbi sedang berlangsung dengan beberapa negara Eropa.
"Saya harap dunia barat berusaha membantunya," kata Malook kepada para wartawan di Frankfurt.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pengacara eks terpidana mati kasus penistaan agama di Pakistan minta suaka ke Belanda
Ketakutan, keluarga eks terpidana mati kasus penistaan agama minta suaka ke Inggris
Demo penista agama, massa Pakistan murka tutup jalan pakai kontainer
Sekeping pelajaran dari pasal penistaan agama di Pakistan
Unjuk rasa pecah usai penista agama di Pakistan dibebaskan, Imran Khan angkat bicara
Mahkamah Agung Pakistan batalkan hukuman mati wanita dituduh menista agama