Kanselir Angela Merkel larang burka di Jerman
Kanselir Angela Merkel larang burka di Jerman. Menurut dia, dalam percakapan sehari-hari sesuai peraturan di Jerman, semua orang memperlihatkan wajahnya. Sekitar 890 ribu pencari suaka tiba di Jerman pada 2015.
Kanselir Jerman Angela Merkel melarang penggunaan burka di negaranya.
"Penggunaan kerudung penutup muka (burka) harus dilarang, meskipun hal tersebut legal," ucapnya kepada para delegasi dalam pidato rutin tiga bulanan di Jerman, seperti dikutip dari metro.co.uk, Rabu (7/12).
Dia mendukung larangan nasional terhadap model busana muslim tersebut, yang mana seluruh wajah tertutup kain. Pernyataannya itu kemudian mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Menurut dia, dalam percakapan sehari-hari sesuai peraturan di Jerman, semua orang memperlihatkan wajahnya.
"Dalam percakapan sehari-hari kita semua, sesuai hukum yang berlaku, kita memperlihatkan wajah saat berkomunikasi tatap muka. Karenanya pelarangan penggunaan penutup muka (burka) dilarang di sini karena tidak sesuai dengan aturan kita," serunya.
Merkel tertekan dengan keputusannya menerima banyak imigran ke Negeri Bavaria tahun lalu. Sekitar 890 ribu pencari suaka tiba di Jerman pada 2015.
Jumlah tersebut semakin banyak usai Merkel membiarkan para imigran yang tertahan di Hungaria masuk ke negaranya. Namun, pendekatannya itu malah menimbulkan perselisihan antara Merkel dan partainya Uni Kristen Demokrat.
"Situasi pada 2015 tidak bisa, tidak harus dan tidak akan terulang," kata perempuan tersebut kepada delegasi partai di kongres di Kota Essen.
Baca juga:
Tarik jilbab muslimah di pesawat, pria ini didenda Rp 11,6 juta
Siswi di Kanada dilarang ikut ujian sebab pakai hijab
Kenakan niqab, muslimah diusir pemilik restoran di Jerman
PM Prancis sebut payudara lebih baik jadi simbol negara, bukan hijab
Sejarah larangan pakaian muslim di Prancis
Empat muslimah ini alami diskriminasi keji di pesawat