Jurnalis Bakar Diri Picu Kerusuhan di Tunisia
Kerusuhan ini menyusul kemarahan warga atas kematian seorang wartawan yang membakar dirinya sendiri sebagai protes terhadap kondisi ekonomi negara itu.
Bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan terjadi di beberapa kota utama di Tunisia sejak kemarin.
Kerusuhan ini menyusul kemarahan warga atas kematian seorang wartawan yang membakar dirinya sendiri sebagai protes terhadap kondisi ekonomi negara itu.
Selain di ibu kota Tunis, kerusuhan juga terjadi di Kota Kasserine yang terletak di wilayah barat. Polisi berkali-kali menembakkan gas air mata ke kerumunan anak muda yang melempari batu.
Dikutip dari The Guardian pada Kamis (27/12), bentrokan juga terjadi di Kota Jbeniana yang menyebabkan seorang petugas polisi terluka.
Kerusuhan itu menyusul kematian wartawan Abdurrazak Zarqawi (32) pada Senin 24 Desember, setelah ia membakar dirinya sendiri di Kasserine. Dia diketahui melakukan aksi nekat tersebut karena pembungkaman pemerintah terhadap kritik atas kondisi ekonomi Tunisia.
Di lain pihak, Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengatakan satu orang telah ditangkap karena diduga sebagai provokator, yang memicu kemarahan berupa aksi bakar ban hingga pemblokiran jalan.
Sementara itu, 13 orang lainnya turut ditangkap di Kasserine karena "tindakan penghancuran" selama kerusuhan, kata Hichem Fourati, seorang juru bicara kementerian dalam negeri.
Dalam sebuah video sebelum kematiannya, Zarqawi mengatakan "untuk anak-anak Kasserine yang tidak memiliki sarana penghidupan, hari ini saya memulai revolusi".
"Aksi bakar diri Zorgui adalah tanda penolakan terhadap situasi bencana, ketidakseimbangan regional, pengangguran yang tinggi di antara kaum muda dan kesengsaraan. Banyak warga negara serasa hidup di pedalaman," kata surat kabar Tunisia Le Quotidien.
"Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa semua pemimpin negara ini bertanggung jawab atas kesusahan pemuda kita, keputusasaan dan frustrasi mereka," lanjut surat kabar tersebut dalam editorialnya.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Putus Asanya Wartawan dan Pudarnya Harapan di Tunisia
Warga Tunisia Tolak Kedatangan Pangeran Saudi Karena Dianggap Pembunuh
Tawarkan Suaka ke Pangeran Muhammad, Pemimpin Partai Tunisia Picu Kontroversi
Bom bunuh diri meledak dekat pos polisi Tunisia, 9 orang terluka
Al-Qaida klaim serangan terhadap pasukan keamanan di Tunisia
Hajar Tunisia 5-2, Belgia lolos ke babak 16 besar Piala Dunia