Junta Militer Myanmar Bebaskan Biksu Anti-Rohingya
Sebelumnya dia pernah didakwa karena melawan pemerintah sipil yang telah digulingkan pada kudeta militer Februari lalu.
Junta militer Myanmar membebaskan biksu Buddha kontroversial Ashin Wirathu, yang terkenal karena sikap nasionalis dan perkataannya yang anti-muslim Rohingya.
Sebelumnya dia pernah didakwa karena melawan pemerintah sipil yang telah digulingkan pada kudeta militer Februari lalu.
Biksu narapidana ini terkenal akan sudut pandang pro-militernya.
Dia dijuluki "Buddha Bin Laden" atas pidatonya yang menargetkan umat muslim, khususnya di Rohingya. Demikian dilaporkan laman BBC, Selasa (7/9).
Beberapa tahun terakhir dia muncul dalam demonstrasi pro militer memberikan pidato nasionalis dan mengkritik pemimpin sebelumnya Aung San Suu Kyi dan pemerintahannya dalam Liga Nasional untuk Demokrasi.
Pada 2019 ia didakwa menghasut "kebencian dan penghinaan" terhadap pemerintah sipil.
Wirathu sempat melarikan diri sebelum menyerah kepada aparat pada bulan November lalu. Sejak itu dia menunggu persidangan.
Pemerintah junta militer kemarin mengatakan seluruh dakwaan terhadapnya telah dihapuskan, namun tidak menjelaskan alasannya.
Wirathu dilaporkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi kesehatan Wirathu kini tidak diketahui.
Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma
Baca juga:
Pemimpin Junta Myanmar Gunakan Pandemi Covid sebagai Senjata Politik
Pemimpin Junta Myanmar Pastikan Pemilu Baru Akan Digelar Pada 2023
Proses Evakuasi Pasien Covid-19 Akibat RS Terendam Banjir di Myanmar
Penasihat Aung San Suu Kyi Meninggal karena Tertular Covid-19 di Penjara
Pasokan Oksigen di Myanmar Mulai Langka Saat Kasus Covid-19 Melonjak
“Karena Kami Semua Membenci Rezim Militer dan Ingin Melenyapkannya”