Jokowi tetap lakukan kunjungan ke Afganistan meski ada serangan bom
Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan Presiden Joko Widodo akan tetap melanjutkan lawatannya ke Afghanistan, Senin (29/1). Padahal bom dua hari lalu baru saja mengguncang Kabul ibu kota Afghanistan.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan Presiden Joko Widodo akan tetap melanjutkan lawatannya ke Afghanistan, Senin (29/1). Padahal bom dua hari lalu baru saja mengguncang Kabul ibu kota Afghanistan.
"Presiden @jokowi hari ini ke Cox 's Bazar, tempat pengungsi Rohingnya dan Besuk tetap akan ke Afganistan, walau banyak yg menyarankan utk menunda kunjungannya krn adanya ledakan bom di Kabul," kicau Pramono dikutip merdeka.com dalam akun twitternya, Senin (29/1).
"Presiden ngga ada takutnyað #Bismillah," tambah politikus PDIP tersebut.
Seperti diketahui, Sabtu (27/1) ledakan mengguncang kawasan kedutaan asing dan gedung pemerintahan di Kabul. Ledakan itu merusak banyak bangunan dan kaca-kaca pecah. Media lokal mengatakan 95 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya luka. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.
Tujuh negara mengeluarkan travel warning ke Afghanistan yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Australia, Swiss, Selandia Baru dan Denmark. Sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018, Afghanistan terus diguncang aksi terorisme. Serangan dilakukan oleh dua kelompok yaitu ISIS dan Mujahiddin Taliban .
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuturkan kekejaman Taliban tidak akan menang. "Semua negara harus mengambil tindakan tegas terhadap Taliban dan seluruh infrastruktur teroris yang mendukung mereka," desak Trump.
Sebelumnya presiden AS itu telah mengumumkan akan meningkatkan pengerahan aktivitas militer di Afghanistan. Data Pentagon menyebutkan, sepanjang 2017 militer AS menjatuhkan bom dua kali lipat lebih banyak di Afghanistan dibanding dua tahun sebelumnya.
Baca juga:
Jokowi dan Iriana kunjungi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh
Pertengahan Februari, Presiden Jokowi kirim usulan nama bos BI baru ke DPR
Istana soal alumni 212 bersurat ajak Jokowi diskusi: Belum ada
Istana sebut Presiden Jokowi bersikeras ingin ke Afghanistan, pengamanan maksimal
Jelang kedatangan Jokowi, rentetan ledakan terjadi di Kabul