Joe Biden Janji Tak Akan Pindahkan Kedubes AS di Yerusalem Jika Jadi Presiden
Berbicara dalam acara penggalangan dana virtual, Biden menyebut merelokasi kembali kantor kedubes tak akan membantu proses perdamaian yang stagnan antara Israel dan Palestina.
Kandidat capres Demokrat, Joe Biden pada Rabu menyampaikan, Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Israel akan tetap berada di Yerusalem jika dia terpilih pada Pilpres 2020, kendati dia menyebut keputusan Trump memindahkan Kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem itu terburu-buru dan sembrono.
Berbicara dalam acara penggalangan dana virtual, Biden menyebut merelokasi kembali kantor kedubes tak akan membantu proses perdamaian yang stagnan antara Israel dan Palestina.
"Tapi sekarang sudah selesai, saya tidak akan memindahkan kembali kedubes ke Tel Aviv," ujarnya, dilansir dari Times of Israel, Kamis (30/4).
Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017, saat dia mengumumkan rencana pemindahan kedubes. Pada Mei 2018, pemerintahan Trump meresmikan gedung baru tersebut yang menuai kontroversi baik di Washington maupun Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, Biden mengatakan akan membuka kembali Konsulat AS di Yerusalem Timur untuk melibatkan pemimpin Palestina dalam perundingan "solusi dua negara".
"Saya pendukung negara Yahudi Israel yang aman dan demokratis sepanjang hidup saya," kata Biden.
"Pemerintahan saya akan mendesak kedua belah pihak untuk mengambil langkah-langkah untuk menjaga prospek solusi dua negara tetap hidup."
Baca juga:
Trump Tuding China Akan Melakukan Apa Saja Agar Dirinya Kalah di Pilpres AS
Obama Dukung Joe Biden Dalam Bursa Capres Demokrat
Bernie Sanders Mundur, Joe Biden Bakal Jadi Penantang Trump di Pilpres AS 2020
Gara-Gara Corona, Konvensi Capres Demokrat Penantang Trump Ditunda
Intelijen AS Sebut Rusia Campur Tangan Agar Trump Terpilih Kembali
Serangan Trump ke Iran Dinilai Bagian Kampanye 2020 dan Pengalihan Isu Pemakzulan