Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Intelijen AS Sebut Rusia Campur Tangan Agar Trump Terpilih Kembali

Intelijen AS Sebut Rusia Campur Tangan Agar Trump Terpilih Kembali Pertemuan Trump dan Putin di KTT G20. ©2019 REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Sejumlah pejabat intelijen Amerika Serikat pekan lalu memperingatkan anggota DPR tentang Rusia yang sedang campur tangan dalam kampanye pemilihan presiden 2020 supaya Presiden Donald Trump terpilih kembali. Kabar itu membuat Trump berang dan mengatakan kubu Partai Demokrat akan memanfaatkan isu ini untuk menjatuhkannya.

Dikutip dari laman the New York Times, Jumat (21/2), sehari setelah rapat pada 13 Februari lalu, Trump marah kepada Joseph maguire, pejabat pelaksana tugas direktur intelijen nasional, karena membiarkan rapat anggota dewan itu terjadi. Trump sangat kesal karena pada rapat itu Adam B. Schiff, sosok yang memimpin proses pemakzulan Trump sebelumnya ada di dalam rapat tersebut.

Dalam rapat dengan Komite Intelijen DPR, kubu Trump menolak kabar dari intelijen itu dengan alasan Trump sudah cukup keras terhadap Rusia dan dia sudah memperkuat keamanan di Eropa.

intelijen as sebut rusia campur tangan agar trump terpilih kembaliRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sejumlah pejabat intelijen menganggap rapat di DPR itu adalah sebuah kesalahan teknis. Mereka mengatakan harusnya kesimpulan rapat itu bisa dibuat tanpa harus membikin marah kubu Republik pendukung Trump. Pejabat intelijen yang menyampaikan kabar itu dalam rapat adalah Shelby Pierson, orang dekat Maguire dan punya reputasi sering berbicara blak-blakan.

Meski pejabat intelijen sebelumnya sudah memberi tahu anggota dewas bahwa Rusia masih terus campur tangan dalam kampanye pilpres AS, namun rapat pekan lalu di DPR AS itu menyampaikan informasi baru: Rusia bermaksud campur tangan dalam pemilu pendahuluan Demokrat 2020 dan juga pemilihan umum.

Rabu lalu Trump mengumumkan dia mengganti Maguire dengan Richard Grenell, duta besar Jerman sekaligus pendukung Trump yang cukup vokal.

Juru bicara Kantor Direktur Intelijen Nasional dan para pejabat keamanan pemilu menolak berkomentar. Juru bicara gedung Putih juga belum menanggapi permintaan konfirmasi.

"Trump lagi-lagi membahayakan upaya kita untuk menghentikan campur tangan pihak asing," kata Schiff dalam komentarnya di Twitter.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP