LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Jerman tak bakal ikut-ikutan AS dan Prancis untuk serang Suriah

Dalam sebuah panggilan telepon, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada Macron bahwa dia tidak bisa membenarkan serangan senjata kimia yang diduga dilakukan rezim Assad, tetapi pihaknya tidak akan bergabung dengan Prancis dan AS untuk melakukan serangan militer apapun.

2018-04-13 12:31:40
Suriah
Advertisement

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya memiliki bukti bahwa pemerintahan Suriah berada di balik serangan senjata kimia yang terjadi di Douma pekan lalu. Berdasarkan bukti itu, negaranya kini sedang mempertimbangkan untuk melakukan serangan balasan kepada pasukan Suriah.

"Kami memiliki bukti bahwa senjata kimia memang digunakan pada serangan pekan lalu. Setidaknya zat klorin digunakan oleh rezim Bashar al-Assad dalam serangan itu," kata Macron dalam sebuah wawancara televisi, dikutip dari Hareetz, Jumat (13/4).

Macron menambahkan pihaknya dan Amerika Serikat akan bekerja sama untuk mengambil keputusan paling tepat dalam menanggapi serangan ini. Setelah semua informasi terkumpul, maka secepatnya keputusan akan dibuat.

Advertisement

"Kami akan mengambil keputusan saat waktunya sudah tepat. Ketika kami menilai bahwa balasan yang diambil berguna dan efektif," tegasnya.

Ketika ditanya target serangan ke tempat penyimpanan senjata pasukan Suriah, dia menjawab diplomatis. "Kami akan memutuskan setelah memverifikasi semua informasi."

Jerman sebagai rekan dekat Prancis punya sikap berbeda. Jerman tidak akan melakukan serangan balasan seperti yang akan dilakukan Prancis dan AS.

Advertisement

Dalam sebuah panggilan telepon, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada Macron bahwa dia tidak bisa membenarkan serangan senjata kimia yang diduga dilakukan rezim Assad, tetapi pihaknya tidak akan bergabung dengan Prancis dan AS untuk melakukan serangan militer apapun.

"Jerman tidak akan ambil bagian dalam serangan itu. Meski belum ada keputusan dibuat, tapi saya menekankan tidak akan ada tindakan militer yang kami ambil," ujar Merkel.

"Tetapi kami mendukung apapun yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa penggunaan senjata kimia tidak bisa diterima," tambahnya.

Baca juga:
Fakta di balik video rekayasa serangan senjata kimia terhadap anak-anak di Suriah
Rusia turunkan polisi militer ke lokasi dugaan serangan senjata kimia di Suriah
Rusia sebut pasukan Suriah kini kuasai penuh Ghouta Timur
Trump tabuh genderang perang dengan Rusia di Suriah
Trump ancam Rusia di Suriah, 'Bersiaplah, rudal akan datang'

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.