LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Jacinda Ardern Kecam Australia karena Cabut Kewarganegaraan Terduga Anggota ISIS

Keluarga perempuan itu juga tinggal di Australia dan dia pergi ke Suriah melalui Australia dengan paspor Australianya.

2021-02-16 19:12:00
ISIS
Advertisement

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengecam Australia karena menolak untuk menerima tanggung jawab atas seorang perempuan yang ditahan di Turki yang diduga terkait dengan kelompok ISIS.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Ardern mengatakan perempuan itu pernah menjadi warga negara Selandia Baru dan Australia tapi pemerintah Australia secara sepihak membatalkan kewarganegaraannya.

Pemerintah Turki kemarin mengatakan perempuan 27 tahun itu adalah teroris ISIS dan ditangkap saat berusaha masuk secara ilegal ke Turki dari Suriah.

Advertisement

Dalam pernyataannya, Ardern mengatakan salah jika Wellington yang harus menanggung tanggung jawab terhadap situasi yang melibatkan seorang perempuan yang tak pernah tinggal di Selandia Baru sejak dia berusia enam tahun dan pindah ke Australia sejak saat itu.

Keluarga perempuan itu juga tinggal di Australia dan dia pergi ke Suriah melalui Australia dengan paspor Australianya.

"Selandia Baru, jujur saja, lelah dengan Australia yang mengekspor masalahnya," ujarnya kepada wartawan, dilansir Al Jazeera, Selasa (16/2).

Advertisement

Menanggapi pernyataan Ardern, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyampaikan kepada wartawan, tugasnya adalah mengedepankan keamanan nasional negaranya.

"Undang-undang yang disahkan melalui parlemen kami secara otomatis membatalkan kewarganegaraan dari dua warga negara di mana mereka terlibat dalam kegiatan teroris semacam itu," jelasnya.

"Itu terjadi secara otomatis dan itu telah menjadi bagian dari hukum Australia selama beberapa waktu."

Morrison menambahkan, dia akan membahas masalah tersebut dengan Ardern pada Selasa malam.

Kasus perempuan tersebut diketahui pihak berwenang Australia dan Selandia Baru selama beberapa waktu.

Ardern mengatakan, setelah Australia mencabut kewarganegaraan perempuan itu, dia menyampaikan kepada Morrison bahwa keputusan itu salah.

"Saya tidak pernah percaya bahwa tanggapan yang tepat adalah dengan berlomba untuk mencabut kewarganegaraan orang, mereka tidak bertindak dengan itikad baik," ujarnya.

Ardern juga menggarisbawahi bahwa perempuan itu membawa dua anak.

"Kesejahteraan anak juga perlu menjadi yang terdepan dalam situasi ini. Anak-anak ini lahir di zona konflik bukan karena kesalahan mereka sendiri," papar Ardern.

"Kami akan terlibat dengan pihak berwenang Turki, dan mengingat ada anak-anak yang terlibat, kesejahteraan mereka akan menjadi prioritas utama dalam tanggapan kami," pungkasnya.

Baca juga:
ISIS Culik dan Bunuh 11 Penambang Batu Bara di Pakistan
ISIS Serang Penjara di Afghanistan, 75 Tahanan Kabur
Pemakaman 43 Pekerja Pertanian yang Dibunuh Sadis Ekstremis Boko Haram
Mantan Militan ISIS Sebut Dirinya Direkrut Intelijen Inggris buat Mata-Matai Rusia
Lewat Rekaman Suara, ISIS Sebut Covid-19 Hukuman Bagi Orang Kafir
Intelijen Irak Tangkap Sosok Disebut-Sebut Pemimpin Baru ISIS Pengganti Baghdadi
Militan ISIS yang Tertangkap Mengaku Kerja Sama dengan Pasukan AS di Suriah
Pandemi Covid-19 Perkuat Keberadaan ISIS, Targetkan Penyerangan Pasukan Irak

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.