Isu Rohingya: Malaysia keras kepada Myanmar, Indonesia biasa saja
Isu Rohingya, Malaysia keras kepada Myanmar, Indonesia biasa saja. Malaysia meminta ASEAN mempertimbangkan keanggotaan Myanmar. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi saat ini sedang mengadakan kontak intensif dengan Myanmar.
Sikap keras Malaysia meminta ASEAN mempertimbangkan keanggotaan Myanmar cukup mengejutkan. Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares menyebutkan, hal itu merupakan sikap masing-masing negara.
"Terserah Malaysia, itu respon mereka. Kita biasa saja," ucapnya saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (1/12).
Menurut dia, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi saat ini sedang mengadakan kontak intensif dengan Myanmar.
"Ibu Retno sedang mengadakan kontak intensif dengan Myanmar dan saya mendapat arahan dari Ibu untuk menyelenggarakan pertemuan informal, kita lihat dalam satu minggu," seru mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru.
Jose menyebutkan, Indonesia melakukan pendekatan inklusif pada Myanmar. Dia menambahkan Myanmar harus bisa berbuat lebih baik untuk rakyatnya.
Sementara itu, ASEAN sendiri terus membahas masalah Rohingya di dalam setiap pertemuan. Dalam pertemuan tingkat menteri kemarin di Laos, isu Rohingya menjadi salah satu yang dibahas.
Ditanya mengenai penekanan yang dilakukan ASEAN terhadap Myanmar mengenai Rohingya, Jose hanya menanggapinya dengan tertawa.
Beberapa hari lalu, pemerintah Malaysia mengeluarkan pernyataan keras terhadap Myanmar mengenai bentrokan yang terjadi di Rakhine antara etnis Rohingya dengan militer. Mereka meminta ASEAN untuk mempertimbangkan kembali keanggotaan Myanmar karena kasus ini.
Baca juga:
ASEAN diminta tak tutup mata soal penindasan etnis Rohingya
Dubes Myanmar sebut tidak ada kekerasan lagi terhadap etnis Rohingya
Kofi Annan bakal tengok etnis Rohingya di Myanmar
Kekerasan terhadap Rohingya tak selaras dengan ajaran Buddha
PBB sebut Myanmar lakukan pembantaian etnis terhadap muslim Rohingya
Pemimpin dunia harus bersatu tekan Myanmar dan bela Rohingya