Kekerasan terhadap Rohingya tak selaras dengan ajaran Buddha
Merdeka.com - Kepala Wihara Tanah Putih Semarang Bhikkhu Cattamano Thera menilai kekerasan yang dialami warga Rohingya di Myanmar tidak selaras dengan ajaran agama Buddha. Cattamano menjelaskan agama mengembangkan hal-hal yang baik, menjauhkan diri dari kekerasan dan sifat memusnahkan.
"Agama beda dengan politik. Bicara agama, bicara baik dan buruk," kata Cattamano, seperti dilansir Antara, Senin (28/11).
Dia pun menyayangkan tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap warga muslim Rohingnya tersebut. "Ada makhluk yang menderita, kita harus turut meringankan beban, jangan sampai kehidupan mereka tertindas," kata Bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia tersebut.
Dia menegaskan agama Buddha mengembangkan cinta kasih. Ia menambahkan cinta kasih dimulai dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal buruk atau tidak baik.
Mengembangkan sikap luhur, kata dia, selaras dengan ajaran Sang Buddha. Ia menambahkan menebar cinta kasih dapat dimulai dari diri sendiri dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal buruk.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya