Israel larang Ahed Tamimi ke luar negeri tanpa alasan jelas
Ahed Tamimi, remaja perempuan Palestina yang menjadi simbol perlawanan terhadap Israel dilarang pergi ke luar negeri. Tamimi sebelumnya sudah dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara delapan bulan lantaran menampar seorang tentara Israel.
Ahed Tamimi, remaja perempuan Palestina yang menjadi simbol perlawanan terhadap Israel dilarang pergi ke luar negeri. Tamimi sebelumnya sudah dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara delapan bulan lantaran menampar seorang tentara Israel.
Ayah Ahed, Bassem Tamimi mengatakan kepada kantor berita Anadolu, keluarganya berencana pergi ke Eropa setelah melintasi Yordania untuk mengikuti serangkaian acara membahas kasus Ahed ketika dipenjara.
Keluarga Tamimi berangkat pada Jumat pagi, kata Bassem, ketika mereka diberitahu oleh otoritas Palestina, Israel melarang mereka pergi ke luar negeri tanpa ada bukti administrasi yang melarang mereka.
Ahed ditangkap Desember tahun lalu karena memukul dan menendang tentara Israel di depan rumahnya di Desa Nabi Saleh, tepi Barat. Dia berbuat itu karena tentara Israel menembak kepala saudaranya.
Gadis yang kini berusia 17 tahun itu menyadari dirinya sudah menjadi simbol perlawanan Palestina terhadap Israel.
"Saya tidak melakukan perbuatan salah yang harus saya sesali," kata dia, seperti dilansir laman Al Araby, Sabtu (8/9).
Peristiwa ketika dia memukul dan menendang tentara Israel itu direkam video oleh ibunya dan menjadi viral di media sosial.
Baca juga:
Indonesia menyayangkan keputusan AS hentikan bantuan untuk UNRWA
Paraguay pindahkan kembali kedutaan dari Yerusalem ke Tel Aviv, Israel meradang
Netanyahu dukung keputusan AS mundur dari pendanaan badan bantuan Palestina UNRWA
Aksi represif tentara Israel hadapi pendemo Palestina
Keceriaan anak-anak Jalur Gaza di hari pertama sekolah
Pasukan militer Israel buldoser rumah warga Palestina di Tepi Barat