Israel Klaim Tewaskan Pemimpin Hamas Mohammed Sinwar di Terowongan Gaza
Militer Israel mengumumkan identifikasi jenazah Mohammed Sinwar, pemimpin Hamas, yang ditemukan di terowongan bawah tanah di Khan Younis.
Militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menemukan dan mengidentifikasi jenazah Mohammed Sinwar, pemimpin militer Hamas di Gaza, yang berusia 49 tahun. Pada Minggu (8/6/2025),
Tentara Israel menyatakan bahwa jenazah Sinwar ditemukan di terowongan yang terletak di bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Gaza Selatan. Mereka mengungkapkan telah memverifikasi identitas jenazah tersebut melalui pemeriksaan DNA, meskipun Hamas belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kematiannya, sebagaimana yang dilaporkan oleh BBC.
Menurut informasi yang beredar, Mohammed Sinwar dilaporkan tewas dalam serangan udara pada 13 Mei, yang menurut badan pertahanan sipil yang dikelola Hamas, mengakibatkan 28 orang meninggal dan banyak lainnya terluka. "
Jenazah (Mohammed) Sinwar ditemukan bersama dengan jenazah Mohammad Sabaneh, yang merupakan komandan Brigade Hamas di Rafah," ungkap IDF. Selain itu, IDF juga menambahkan bahwa barang-barang milik Mohammed Sinwar dan Sabaneh ditemukan di lokasi tersebut, bersama dengan informasi intelijen tambahan yang kini sedang diselidiki lebih lanjut.
Penemuan Jenazah Mohammed Sinwar di Terowongan Hamas
Militer Israel membawa sekelompok kecil jurnalis asing ke Gaza, khususnya ke Khan Younis, untuk menunjukkan lokasi terowongan yang dimaksud pada hari Minggu. Mereka juga merilis video yang memperlihatkan pintu masuk kecil ke terowongan tersebut, yang dapat diakses melalui tanah yang baru digali di depan Rumah Sakit Eropa.
Rekaman tersebut menunjukkan koridor bawah tanah yang panjang dan sempit, yang mengarah ke beberapa ruangan. Di dalam beberapa ruangan tersebut, terlihat tumpukan pakaian, kursi plastik, serta sebuah senapan yang bersandar di dinding. Salah satu video menunjukkan jasad yang dibungkus kain sedang ditarik keluar menggunakan tali.
Juru bicara IDF, Brigjen Effie Defrin, menyatakan bahwa mereka menemukan jenazah Mohammed Sinwar di salah satu ruangan terowongan tersebut. "Ini adalah contoh lain dari tindakan manipulatif dan tidak berperikemanusiaan oleh Hamas — menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia, serta memanfaatkan infrastruktur sipil dan rumah sakit secara berulang kali," klaim Defrin.
Sering menuduh Hamas
Israel sering kali menuduh Hamas menjadikan rumah sakit sebagai tempat persembunyian senjata dan pusat komando, namun tuduhan tersebut dengan tegas dibantah oleh pihak Hamas. Selain itu, staf rumah sakit di Gaza juga telah berkali-kali menegaskan bahwa fasilitas kesehatan mereka tidak digunakan sebagai basis operasi oleh Hamas.
Tindakan militer dalam mengepung dan menyerang rumah sakit di Gaza, serta memerintahkan evakuasi, telah membuat sistem kesehatan di wilayah tersebut hampir hancur total. Serangan-serangan ini menimbulkan kekhawatiran yang luas di tingkat internasional, mengingat banyak rumah sakit dan fasilitas medis yang terpaksa ditutup, sehingga mengancam nyawa pasien dan tenaga medis yang ada.
Setelah serangan Israel terhadap Rumah Sakit al-Ahli pada bulan April, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa menurut hukum humaniter internasional, "mereka yang terluka dan sakit, tenaga medis, fasilitas medis, termasuk rumah sakit, harus dihormati dan dilindungi".
Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan terhadap fasilitas medis dalam situasi konflik, di mana banyak nyawa bergantung pada keberadaan layanan kesehatan yang aman dan dapat diakses. Dengan situasi yang semakin memburuk, perhatian dunia internasional menjadi semakin penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga sipil di Gaza.
Klaim Israel dan Konfirmasi Kematian Mohammed Sinwar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim. Bahwa Mohammed Sinwar, kepala sayap bersenjata Hamas yang baru, telah tewas. Mohammed Sinwar adalah adik dari Yahya Sinwar. Yahya adalah pemimpin Hamas sebelumnya yang merancang serangan 7 Oktober 2023.
Serangan-serangan Israel telah menghancurkan kepemimpinan Hamas. Mohammed Sinwar merupakan salah satu dari sedikit pemimpin terkenal yang masih hidup di Gaza. Hamas masih mempertahankan kendalinya atas sejumlah bagian Gaza. Hamas juga masih menahan puluhan sandera.
Serangan yang dilakukan Israel tidak hanya menewaskan Sinwar. Sumber dari Al-Hadath menyebutkan sepuluh ajudan Sinwar turut menjadi korban. Termasuk komandan brigade Rafah Hamas, Mohammad Shabana. Kejadian ini menambah daftar panjang korban jiwa dalam konflik.