Israel gelar festival minum anggur di pemakaman muslim
Di pemakaman itu terbaring beberapa tokoh muslim awal, termasuk sahabat Nabi Muhammad.
Pemerintah Kota Yerusalem yang dikelola Israel mengumumkan menggelar festival anggur di pemakaman muslim bersejarah Ma'manillah pada 26 dan 27 Agustus.
Pejabat dari partai Fatah, Palestina, kemarin mengatakan acara itu adalah bentuk provokasi bagi umat muslim.
"Pelanggaran Israel ini sudah kelewat batas," kata dia, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (26/8).
Menurut otoritas Israel, acara itu adalah hasil kerja sama dengan beberapa perusahaan anggur ternama. Dalam acara festival irtu juga akan diadakan tari-tarian. Padahal di pemakaman bersejarah bagi umat Islam itu terbaring beberapa tokoh muslim awal, sahabat dari Nabi Muhammad.
"Dengan melakukan ini maka otoritas Israel mengabaikan seluruh aturan hukum internasional terkait situs peninggalan sejarah dan agama," jelas dia.
Ma'manillah adalah pekuburan muslim bersejarah yang memuat makam sejumlah tokoh Islam masa awal. Warga setempat sudah tidak memakai lahan itu buat menguburkan sejak 1927 setelah Dewan Muslim Agung memutuskan menjadikan lahan itu sebagai kawasan bersejarah.
Baca juga:
Bakal capres AS sebut wilayah Tepi Barat hak bangsa Israel
Lumba-lumba yang intai Jalur Gaza ditangkap Hamas
Palestina ingin kibarkan bendera di PBB saat kunjungan Paus
Lima hewan ini sukses dilatih jadi tentara operasi khusus
Panglima Israel: Dibanding ISIS dan Hamas, Iran tidak berbahaya