LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Israel Bombardir Lebanon Selatan di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata

Setelah serangan Israel, Lebanon mengalami dampak signifikan, termasuk kerusakan infrastruktur, peningkatan jumlah pengungsi dan ketegangan sosial masyarakat.

Minggu, 17 Mei 2026 14:37:27
israel
Petugas pertolongan pertama dan warga yang lewat berkumpul di sekitar reruntuhan kendaraan yang menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Israel di kota Jiyeh, Selatan Beirut, pada Rabu 13 (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, militer Israel meluncurkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke wilayah selatan Lebanon, meskipun kedua negara telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari.

Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menargetkan kelompok bersenjata Hezbollah. Sebelum serangan dimulai, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di sembilan desa yang berada di selatan Lebanon.

Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), lebih dari dua lusin desa menjadi sasaran serangan udara, termasuk daerah yang terletak lebih dari 50 kilometer dari perbatasan Israel-Lebanon, sebagaimana dikutip dari laman Channel News Asia pada Minggu, 17 Mei.

Serangan udara Israel ini juga memicu gelombang pengungsian baru, di mana warga dilaporkan meninggalkan wilayah selatan menuju kota Sidon dan ibu kota Beirut. Beberapa jam setelah serangan tersebut, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan balasan terhadap target militer di utara Israel menggunakan drone.

Advertisement

Kelompok yang didukung oleh Iran ini juga mengklaim telah melakukan sejumlah operasi melawan pasukan Israel yang berada di selatan Lebanon. Perpanjangan gencatan senjata telah disepakati oleh kedua pihak pada hari Jumat. Gencatan senjata sebelumnya mulai berlaku sejak 17 April, namun sering kali dilanggar oleh kedua belah pihak.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyambut baik perpanjangan gencatan senjata tersebut dan mendesak semua pihak untuk mematuhi penghentian permusuhan secara penuh. Namun, meskipun ada kesepakatan tersebut, Israel tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon dan masih mempertahankan pasukan di sejumlah wilayah dekat perbatasan. Di sisi lain, Hizbullah terus mengklaim serangan terhadap wilayah utara Israel serta pasukan Israel yang berada di selatan Lebanon.

Advertisement

Tentara Israel mengalami kematian

Petugas pertolongan pertama dan warga yang lewat berkumpul di sekitar reruntuhan kendaraan yang menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Israel di kota Jiyeh, Selatan Beirut, pada Rabu 13 © 2026 Liputan6.com

Militer Israel mengonfirmasi bahwa seorang tentaranya telah tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan pada hari Sabtu. Dengan kematian tersebut, total personel militer Israel yang kehilangan nyawa sejak konflik dimulai pada awal Maret telah mencapai 21 orang.

Menurut laporan dari otoritas Lebanon, lebih dari 2.900 orang telah tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel sejak perang dimulai, termasuk lebih dari 400 korban jiwa yang tercatat sejak gencatan senjata diterapkan. Serangan terbaru ini terjadi setelah pejabat dari Israel dan Lebanon melakukan negosiasi di Washington, yang merupakan kelanjutan dari dialog langsung pertama antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir, meskipun mereka tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Hizbullah menolak proses negosiasi yang berlangsung dan menuduh Israel masih melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan terhadap desa-desa di Lebanon selatan. Kelompok tersebut juga mengkritik rencana pembentukan zona keamanan yang dimediasi oleh Amerika Serikat, dengan menyebutnya sebagai bentuk konsesi dari pemerintah Lebanon kepada Israel.

Warga Lebanon yang terpaksa mengungsi mengungkapkan bahwa mereka tidak merasakan adanya penghentian perang di lapangan. "Ini bukan gencatan senjata selama serangan Israel masih terus berlangsung terhadap wilayah selatan dan warganya," ungkap Ali Salameh, seorang pengungsi berusia 60 tahun yang kini tinggal di sebuah sekolah di Beirut.

Advertisement

Warga lainnya, Nawal Mezhir, menambahkan bahwa mereka tetap mendukung Hizbullah dalam melawan Israel. "Gencatan senjata macam apa ini ketika desa-desa masih diancam dan warga terus mengungsi?" ujarnya, menyoroti ketidakpuasan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang di Lebanon saat ini.

Berita Terbaru
  • Israel Bombardir Lebanon Selatan di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata
  • Intip Spesifikasi MacBook Neo, Laptop Rp 10 Juta Apple dengan Chip Sekelas iPhone 16 Pro
  • Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Ingatkan Taiwan Tak Deklarasi Kemerdekaan
  • Prestasi Membanggakan, 3 Siswa Sekolah Rakyat Surakarta Masuk Paskibra Kota
  • Toyota Fortuner Hybrid Segera Diluncurkan, Intip Tampilannya Berikut Ini
  • berita update
  • israel
  • konten ai
  • lebanon
  • lebanon israel
  • lebanon selatan.
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
T
Reporter Teddy Tri Setio Berty, Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.