Israel akan Bangun Museum Albert Einstein, Biayanya Fantastis
Museum akan dibangun di salah satu kampus Universitas Hebrew.
Museum Albert Einstein akan dibangun di Israel. Pembangunan museum ini akan menelan anggaran sekitar USD18 juta atau sekitar Rp208 miliar.
Pemerintah Israel memutuskan akan mengalokasikan USD6 juta atau sekitar Rp93 miliar untuk museum yang akan menyimpan dokumen-dokumen fisikawan tersebut. Sementara anggaran sebesar USD12 juta atau sekitar Rp186 miliar berasal dari dana Universitas Hebrew.
Universitas Hebrew menyampaikan, museum akan dibangun di kampus Givat Ram Universitas Hebrew di Yerusalem.
Dikutip dari Al Arabiya, Senin (24/10), Einstein adalah salah satu pendiri Universitas Hebrew, dan gubernur non-residen lembaga pendidikan tersebut.
Dipuji sebagai salah satu fisikawan teoretis terbesar sepanjang masa, Einstein meninggal pada 1955 dalam usia 76 tahun.
Dia mewariskan arsipnya ke universitas tersebut, dan kurator Roni Grosz mengatakan 85.000 item akan menjadikannya koleksi dokumen Einstein terbesar di dunia.
Museum ini akan menampung seluruh arsip Einstein, dan berfungsi sebagai ruang inovatif untuk pendidikan ilmiah dan teknologi, menurut Universitas Hebrew.
"Dengan teknik pameran mutakhir, demonstrasi ilmiah, dan dokumen asli, Museum akan menyajikan kontribusi Einstein terhadap sains, dampak penemuannya pada kehidupan kita saat ini, aktivitas publiknya, dan keterlibatannya dalam momen-momen bersejarah penting selama hidupnya," jelas pernyataan universitas.
Einstein membuat kontribusi besar untuk teori mekanika kuantum, dan memenangkan hadiah Nobel fisika pada 1921.
Baca juga:
Teka-Teki Albert Einstein dan Jawaban, Sulit dan Bikin Mikir Keras
Peristiwa 18 April 1955: Meninggalnya Ilmuwan Besar Dunia Albert Einstein
Penampakan Naskah Teori Relativitas Umum Albert Einstein yang Terjual Rp187 M
Catatan Teori Relativitas Einstein Dilelang Seharga Rp186 Miliar
Peristiwa 9 Juni: Publikasi Teori Fisika Kuantum oleh Albert Einstein