Peristiwa 18 April 1955: Meninggalnya Ilmuwan Besar Dunia Albert Einstein
Merdeka.com - Tak ada yang meragukan bahwa Albert Einstein merupakan ilmuwan terbesar dalam sejarah. Dia sangat terkenal dengan teori relativitasnya. Einstein panggilan akrabnya telah menemukan bahwa ketika benda bergeser, maka benda tersebut akan menjadi lebih pendek dan lebih berat.
Dia juga menyatakan bahwa waktu akan berjalan dengan lebih lambat untuk memindahkan benda. Akan tetapi, kamu tidak dapat memperhatikan perubahan tersebut kecuali jika benda tersebut digeser beribu-ribu mil dalam satu detik. Teori yang menyatakan mengenai efek yang ditimbulkan pada pergeseran benda inilah yang kemudian menjadi teori paling terkenal di dunia, bernama teori relativitas.
Albert Einstein membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam belajar untuk bisa benar-benar memahami teori relativitas. Saat ini, kita dapat memahami semua bagian-bagian dari teori dan berusaha memahami Einstein secara lebih baik.
Pria yang dilahirkan pada 14 Maret 1879 di sebuah kota kecil Ulm, Jerman ini telah tutup usia pada 18 April 1955. Berikut telah dirangkum dari media.neliti.com pada Senin (18/04/2022), kisah meninggalnya ilmuwan besar dunia Albert Einstein.
Masa Kecil Albert Einstein
Ayah Einstein bernama Hermann Einsten yang merupakan seorang yang menekuni dunia bisnis. Sementara, ibunya, Pauline Koch Einstein adalah seorang yang mencintai musik dan merupakan seorang pemain piano yang baik. Kedua orang tuanya merupakan keturunan bangsa Yahudi, tapi mereka juga bangga menjadi warga Negara Jerman.
Albert Einstein belum dapat bicara sampai berusia tiga tahun. Kalimat yang pertama kali Einstein ucapkan adalah "sup ini terlalu panas". Ketika ditanya mengapa dia tidak pernah berbicara sebelumnya, dia menjawab "sampai saat ini segalanya baik-baik saja."
Pada umur enam tahun, Einstein masuk sekolah dasar Katolik. Dia tidak dapat menikmati sekolah karena Einstein dianggap sebagai anak yang tidak sopan karena sering bertanya. Di rumah orang tua Einstein memberinya beberapa buku untuk dibaca.
Mereka mengimbau supaya dia banyak bertanya. Dengan keinginannya yang kuat untuk mempelajari lebih jauh, ia belajar sendiri ilmu pasti tingkat lanjut. Ia juga berusaha memahami dunia agar lebih baik.
Sebagai contoh dengan heran dia bertanya tentang cahaya: Apa yang membuat cahaya melesat cepat pada berkas cahaya? dapatkah segala sesuatu melesat cepat melebihi kecepatan cahaya?
Einstein Meninggal pada Usia 76 Tahun
Albert Einstein meninggal dunia pada usia 76 tahun akibat pendarahan dalam karena pecahnya aneurisma aorta perut. Saat itu terjadi, dia sedang menyiapkan naskah pidatonya dalam rangka ulang tahun Israel di televisi.
Pada saat itu, sebenarnya dokter ingin melakukan operasi kembali, akan tetapi Einstein menolaknya dan justru mengatakan pada dokter yang menanganinya "aku akan pergi saat aku menginginkannya, akan terasa hampa jika menjalani hidup dengan bantuan alat, aku telah selesai membagikan ilmuku, sekarang saatnya untuk pergi, aku akan melakukannya dengan cara yang elegan."
Tepat pada 18 April 1955, Einstein mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Tahun ini, tepat 67 tahun kepergian Einstein dengan segala karya dan pemikirannya.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya