ISIS klaim bertanggung jawab atas teror di Nice
Sebanyak 84 orang tewas dan 200 lainnya luka akibat ditabrak sebuah truk.
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Kota Nice, Prancis tiga hari lalu yang menewaskan 84 orang dan melukai 200 lainnya. Insiden tersebut berlangsung saat rakyat Prancis sedang merayakan hari nasional mereka, Bastille Day. Sebuah truk berwarna putih tiba-tiba menabrak kerumunan massa di jalanan.
Media propaganda ISIS Amaq kemarin mengumumkan klaim itu.
"Orang yang menggelar operasi di Nice, Prancis, adalah salah satu dari tentara ISIS. Operasi tersebut sebagai respon terhadap negara yang menjadi bagian koalisi memerangi ISIS," tulis Amaq, seperti dikutip dari the Guardian, Sabtu (16/7).
Selain lewat pemberitaan Amaq, ISIS juga menggelar pernyataan lewat radio Bayan yang menyebut pelaku bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel.
Operasi menggunakan truk itu dianggap sebagai peringatan terhadap negara Barat. Klaim yang diumumkan 36 jam setelah kejadian itu menyatakan, tidak ada sistem keamanan di negara Barat yang dapat melindungi warga sipil dari serangan para mujahidin.
Otoritas Prancis sebelumnya juga telah yakin bila pelaku 31 tahun seorang Tunisia adalah antek suruhan ISIS. Hal itu dituturkan langsung oleh Presiden François Hollande. Dia berjanji akan terus mengibarkan bendera perang terhadap ISIS meski mendapat serangan seperti penyerangan di Paris atau pun insiden di Nice.
"Tidak ada yang bisa membuat kita menyerah memerangi terorisme. Kita (Prancis) akan memperkuat aksi melawan terorisme di Irak dan Suriah," ucap Hollande pada Jumat kemarin.
Baca juga:
Empat orang ditahan karena terkait serangan truk maut di Prancis
Pelaku serangan truk di Prancis bernama Mohamed Bouhlel
Teror modal nekat pakai mobil dikhawatirkan jadi tren global
Banyak korban serangan truk maut Prancis muslim dan anak kecil
Beginilah detail truk maut penabrak kerumunan orang di Nice