ISIS bikin Ramadan berdarah di Timur Tengah
Beberapa hari lalu ISIS mengatakan akan membuat Ramadan menjadi bulan malapetaka bagi kaum kafir.
Pembantaian turis di pantai Tunisia, bom bunuh diri di Kuwait, dan ledakan di sebuah pabrik di Prancis, mewarnai Ramadan tahun ini.
Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka di balik serangan berdarah di tiga negara berbeda itu.
Sedikitnya 39 turis tewas diberondong peluru tiga pria bersenjata di sebuah hotel di pantai Sousse, Tunisia. Sebuah bom bunuh diri menghantam masjid Syiah di Kuwait City saat pelaksanaan salat Jumat kemarin. Sebanyak 27 orang tewas dan 202 lainnya luka akibat insiden itu. Di dekat Kota Lyon, Prancis, dua orang luka akibat seorang pria menabrakkan mobilnya ke pabrik gas.
Sejumlah kalangan menilai tiga rangkaian serangan itu adalah bagian dari rencana ISIS membuat Ramadan tahun ini berdarah. Ketiga serangan itu, meski terjadi di tiga tempat berjarak cukup jauh, diduga berkaitan.
"Ada kemungkinan ketiga serangan itu adalah bagian dari kampanye ISIS untuk mendorong para anggotanya melakukan serangan tersendiri," kata Chris Harmer dari Institute Study of War.
"Jika benar ketiga serangan yang terjadi di Timur Tengah dan Eropa itu terkoordinasi maka itu sebuah perkembangan cukup besar. Memang sulit tapi tidak mustahil dilakukan," ujar Alexander Meleagrou-Hitchens, pengajar di departemen studi perang di King's College London.
Saat ini ISIS sudah mengklaim dua serangan, Tunisia dan Kuwait.
Hitchens menuturkan para jihadis cenderung lebih aktif pada bulan suci Ramadan. Beberapa hari lalu militan ISIS memanas-manasi para anggotanya dengan mengatakan akan membuat Ramadan menjadi bulan malapetaka bagi kaum kafir.
Fawaz Gerges, profesor Hubungan Internasional di London School of Economics menyatakan dia tidak melihat ketiga serangan itu terkoordinasi.
Ketiga serangan itu, kata dia, didorong oleh motivasi yang sama.
"Kita sedang membicarakan tentang ideologi yang berpindah, penyebaran ideologi. Ideologi ini semuanya sama. Anda bisa menyebutnya salafi-jihadisme, ultra-konservatif, dan lintas negara," kata dia.
Baca juga:
Pemerintah RI kecam teror ISIS di tiga negara, tewaskan 51 orang
Pemerintah cari kebenaran jihadis WNI dieksekusi ISIS karena AIDS
Lima cara eksekusi sadis ISIS bikin geger dunia
Resmi punya mata uang, ISIS merilis uang koin kekhalifahan
Tularkan AIDS lewat donor darah, WNI dieksekusi mati ISIS