LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Iran Sebut Rudalnya Hantam Kapal AS di Selat Hormuz

Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat menjadi target setelah mengabaikan peringatan yang diberikan oleh Iran.

Senin, 04 Mei 2026 21:09:49
iran
Komando Pusat AS (CENTCOM) resmi memulai blokade Selat Hormuz pada 13 April menyusul kegagalan perundingan dengan Iran. Langkah ini, atas arahan Presiden Trump, berpotensi memicu ketegangan geopolitik di kawasan strategis tersebut. (AntaraNews)
Advertisement

Iran mengklaim telah meluncurkan serangan terhadap sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, tetapi klaim tersebut segera dibantah oleh pihak Washington. Berdasarkan laporan media Iran pada hari Senin (4/5/2026), dua rudal dilaporkan mengenai kapal perang AS di dekat Pulau Jask, wilayah selatan Iran, setelah kapal tersebut disebutkan mengabaikan peringatan untuk berhenti. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita semi-resmi Fars yang mengutip sumber lokal.

"Kapal tersebut, yang hari ini berlayar melalui Selat Hormuz dengan melanggar aturan lalu lintas dan keamanan pelayaran di dekat Jask, menjadi sasaran serangan rudal setelah mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Iran," tulis Fars sebagaimana dikutip dari TRT.

Media tersebut juga melaporkan bahwa kapal itu tidak dapat melanjutkan perjalanannya akibat serangan tersebut dan "terpaksa berbalik arah serta melarikan diri dari wilayah itu."

Namun, rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan atau kemungkinan korban tidak diungkapkan. Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memperingatkan bahwa setiap kapal yang melanggar protokol transit yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz "akan dihentikan secara paksa." Dengan demikian, situasi ini menambah ketegangan yang sudah ada di kawasan tersebut, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional.

Advertisement

Tanggapan AS

Seorang pejabat tinggi dari Amerika Serikat menegaskan bahwa rudal yang diluncurkan oleh Iran tidak mengenai kapal yang dimiliki oleh AS. Pernyataan ini disampaikan oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, pada hari Senin.

Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat setelah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari. Serangan tersebut menyebabkan respons dari Teheran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di wilayah Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Advertisement

Sejak tanggal 13 April, AS telah memberlakukan blokade laut yang ditujukan untuk menghalangi aktivitas maritim Iran di jalur strategis tersebut. Upaya untuk meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada tanggal 8 April dengan mediasi dari Pakistan.

Meskipun pembicaraan langsung berlangsung di Islamabad pada tanggal 11 April, sayangnya tidak menghasilkan kesepakatan damai yang dapat bertahan lama. Setelah menerima permintaan dari Pakistan, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru.

Advertisement

Peta Kendali Terbaru untuk Selat Hormuz

Di sisi lain, pada hari Senin, IRGC merilis peta terbaru yang menunjukkan area di Selat Hormuz yang mereka klaim berada di bawah penguasaan Iran. Menurut laporan Fars, wilayah tersebut membentang antara dua garis maritim yang telah ditetapkan: satu garis dari ujung barat Pulau Qeshm di Iran menuju Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab (UEA), dan garis lainnya dari Kuh-e Mobarak di Iran hingga wilayah selatan Fujairah di UEA. Meskipun demikian, masih belum jelas sejauh mana perubahan wilayah yang diklaim Iran dibandingkan dengan klaim sebelumnya.

Berita Terbaru
  • BRI Hadirkan Layanan QRIS di China, Pembayaran Dikonversi ke Rupiah Secara Otomatis
  • Soroti Dugaan Tekanan Psikologis di Balik Meninggalnya dr. Eliza, Rieke: Jangan Biarkan Teror Membunuh Penjaga Kehidupan
  • Program Pencarian Bakat Fenomenal D'Academy 8 Telah Dimulai, Banyak Terobosan Baru Hingga Kejutan Juri
  • Wamendagri Bima Arya Minta Daerah Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan
  • MIND ID Gelar Junior Miners Fun Fest 2026, Kenalkan Dunia Pertambangan kepada Anak Lewat Wahana Interaktif
  • amerika serikat
  • berita update
  • iran
  • konten ai
  • selat hormuz
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.