Iran dan Hizbullah tolak tuduhan Maroko dukung kelompok separatis
Hizbullah telah membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan tindakan Maroko berada di bawah tekanan Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi.
Iran menolak tuduhan Maroko atas dukungannya terhadap kelompok Polisario, gerakan separatis di Sahara Barat,dilansir dari Washington Post, Kamis (3/5),
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi mengatakan tuduhan itu sangat tidak berdasar, dan Iran menghormati kedaulatan semua negara.
Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Tehran dalam kunjungan singkatnya beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Zarif membantah tuduhan Maroko bahwa Iran mendukung Polisario, menurut laporan dari kantor berita Iran ISNA.
Pada laporan tersebut disebutkan, bahwa Duta besar Maroko untuk Teheran telah meninggalkan Iran dengan Bourita, dan menyusul kemudian Duta Besar Iran ke negaranya setelah akhir tugasnya di Rabat.
Rabat menuduh Tehran dan Lebanon Hezbollah melatih dan mempersenjatai pejuang Polisario.
Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, mengatakan memiliki bukti kuat yang memberatkan m
Baca juga:
Pengadilan AS perintahkan Iran bayar ganti rugi keluarga korban serangan 9/11
Presiden Prancis tak yakin Donald Trump akan pertahankan perjanjian nuklir Iran
Minta dukungan AS, Israel sedang persiapkan perang lawan Iran
Bertemu Menko Puan, Wapres Iran ingin kerja sama bidang pemberdayaan perempuan
Maroko putuskan hubungan diplomatik dengan Iran karena dukung kelompok separatis
engenai keterlibatan Iran melalui sekutu Lebanonnya, Hizbullah, dalam mendukung Polisario secara militer.
Melalui pelatihan anggotanya guna merusak kestabilan dan keamanan Maroko. Bantuan itu berupa dukungan keuangan serta logistik melalui kedutaan Iran di Aljazair.
Hizbullah telah membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan tindakan Maroko berada di bawah tekanan Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi.
(mdk/frh)