Irak ancam perang jika pasukan Turki masih di perbatasan
Irak ancam perang jika pasukan Turki masih di perbatasan. Turki mengerahkan tank dan artileri ke perbatasan untuk membantu memerangi ISIS di Kota Mosul. Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan tindakan Turki itu bisa melanggar kedaulatan negara.
Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi memperingatkan Turki untuk segera menarik pasukannya dari perbatasan setelah negara itu mengerahkan tank dan sejumlah artileri.
Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (3/11), menurut Abadi, keterlibatan Turki dalam memerangi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kota Mosul bisa melanggar kedaulatan Irak.
Turki menyatakan ikut bergabung dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk mengusir ISIS dari Mosul.
"Kami tidak ingin perang dengan Turki. Tapi jika konfrontasi terjadi kami sudah siap. Kami akan menganggap Turki sebagai musuh dan menghadapinya," ujar Abadi dalam jumpa pers Selasa yang disiarkan televisi.
Sebagai tanggapan atas pernyataan Abadi, Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan pengerahan militer di perbatasan Irak adalah sebagai bentuk antisipasi, bukan untuk mengancam Irak.
"Kami sarankan Abadi melihat gambaran besarnya. Ini untuk keuntungan Irak, Turki, dan kawasan," ujar Kurtulmus.
Baca juga:
Perjuangan wanita bawa suami lumpuh dan empat anak kabur dari ISIS
Pemimpin ISIS al-Baghdadi terkepung di Mosul
Pemimpin ISIS al-Baghdadi: Jangan mundur dari medan tempur
Keberanian perempuan Kurdi ikut perangi ISIS
Cara licik ISIS bakar sumur minyak demi selamatkan diri
Pasukan Khusus Irak tumpas ISIS di Mosul Timur