Ini pembawa berita transgender pertama di Pakistan
Awal bulan lalu, Dewan Senat negara tersebut meloloskan Rancangan Undang-Undang untuk melindungi hak-hak komunitas transgender di negara tersebut.
Seorang pembawa berita televisi asal Pakistan, Marvia Malik, baru-baru ini menjadi perbincangan di kalangan pengguna media sosial. Bukan karena penampilannya saat membawakan berita namun karena Malik merupakan seorang transgender.
Perempuan 21 tahun itu merupakan pembawa berita transgender pertama di negara tersebut. Penampilannya saat membawakan berita mengundang reaksi positif dari netizen, khususnya bagi mereka yang mendukung transgender.
Banyak yang berpendapat bahwa terpilihnya Malik menjadi pembawa berita menunjukkan bahwa negara tersebut telah mendukung hak-hak transgender.
Malik sendiri mengatakan bahwa dia ingin menjadi pembawa berita untuk membuktikan kepada dunia bahwa transgender bisa menjadi apapun untuk meningkatkan kehidupan mereka. Meski demikian, dia tetap berterima kasih atas segala perhatian yang diterima setelah penampilan pertamanya.
"Saya melamar untuk posisi itu karena saya ingin membuktikan bahwa orang-orang dari komunitas transgender mampu melakukan pekerjaan apapun dan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan," katanya, dikutip dari laman CNN, Selasa (27/3).
"Saya ingin menunjukkan kepada negara, bahwa kami bisa lebih dari sekadar objek ejekan. Bahwa kami juga manusia," ujar lulusan Universitas Punjab jurusan jurnalisme itu.
Awal bulan lalu, Dewan Senat negara tersebut meloloskan Rancangan Undang-Undang untuk melindungi hak-hak komunitas transgender di negara tersebut.
Undang-Undang itu memungkinkan individu mengubah jenis kelamin mereka pada kartu identitas penduduk, mewarisi properti dan tidak didiskriminasikan jika ingin menempati kursi di kantor pemerintah.
Meski RUU ini sudah dinilai sebagai pencapaian terbaru oleh kelompok Hak Asasi Manusia dan Aktivis, namun Malik menilai bahwa perlu ada perubahan dari sikap masyarakat agar UU tersebut benar-benar bisa dilaksanakan.
Sebagaimana diketahui, menurut sensus penduduk 2017, ada hampir 10.000 orang dari sekitar 200 juta penduduk yang mengaku sebagai transgender di negara tersebut.
Baca juga:
China gantikan AS jadi pemasok senjata terbesar ke Pakistan
AS siap beri Rp 68 miliar bagi siapa saja punya info keberadaan pemimpin Taliban
Indonesia akan jadi tuan rumah pertemuan ulama Afghanistan-Pakistan
Memberikan persembahan untuk buaya suci Pakistan
Pengadilan vonis mati pemerkosa dan pembunuh bocah 7 tahun di Pakistan
Pria Pakistan ditangkap usai bunuh saudara perempuannya karena selingkuhi kerabat