LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ini Alasan Penasihat Keamanan Trump Tolak Dengarkan Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Menurutnya, tidak ada gunanya dia mendengar rekaman itu karena dia tidak bisa bahasa Arab.

2018-11-30 13:01:31
Amerika Serikat
Advertisement

Penasihat Keamanan Nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton, menolak untuk mendengarkan rekaman suara saat wartawan Jamal Khashoggi dibunuh. Menurutnya, tidak ada gunanya dia mendengar rekaman itu karena dia tidak bisa bahasa Arab.

"Apa yang bisa saya dapatkan (dari rekaman itu)? Jika mereka berbicara bahasa Korea, saya pun tetap tidak bisa mendapat informasi apa-apa dari itu," kata Bolton kepada awak media dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (30/11).

Bolton pun menambahkan bahwa tanpa mendengar rekaman, dia sudah bisa mendapat semua informasi yang diperlukan dengan membaca transkip rekaman.

Advertisement

"Orang-orang yang bisa berbicara bahasa Arab sudah mendengarkan rekaman itu dan mereka memberi kami transkipnya. Saya sudah memiliki pemahaman penuh tentang rekaman itu dan saya puas bahwa rekaman itu bisa didapatkan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan presiden dalam mengambil keputusan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Para pejabat Saudi awalnya mengklaim bahwa Khashoggi tewas dalam operasi yang 'salah' dalam upaya membawanya kembali ke negara asal.

Namun badan-badan intelijen AS menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sebenarnya telah dirancang dan diperintahkan oleh Pangeran Saudi Muhammad bin Salman. Kesimpulan itu pu mendorong seruan agar Kongres mengambil sikap lebih keras kepada AS sebagai sanksi.

Advertisement

Meski demikian, Trump telah mengindikasikan bahwa AS tidak akan menghukum Saudi lebih lanjut karena kasus ini. Menurutnya, kerja sama AS-Saudi lebih penting daripada kemungkinan bahwa Pangeran Saudi terlibat dengan pembunuhan Khashoggi.

Baca juga:
Theresa May Berencana Temui Pangeran Saudi Untuk Bahas Pembunuhan Jamal Khashoggi
Kabinet AS Sebut Tak Ada Bukti Kuat Pangeran bin Salman Dalang Pembunuhan Khashoggi
Diduga Ada Perpecahan, Direktur CIA Dilarang Ikut Rapat Senat Bahas Jamal Khashoggi
Warga Tunisia Tolak Kedatangan Pangeran Saudi Karena Dianggap Pembunuh
Argentina Berencana Tuntut Pangeran bin Salman dengan Kejahatan Perang dan Penyiksaan
Polisi Turki Geledah Vila Mewah Milik Warga Saudi Cari Sisa Jasad Khashoggi

(mdk/ias)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.