Inggris tempatkan ekstremis muslim di penjara terpisah
Inggris tempatkan ekstremis muslim di penjara terpisah. Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan para ekstremis itu ditempatka di Penjara Frankland, dekat Durham, sebelah timur laut Inggris.
Inggris hari ini mulai menempatkan para terpidana ekstremis muslim di penjara terpisah untuk mencegah mereka mempengaruhi napi lain. Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan para ekstremis itu ditempatkan di Penjara Frankland, dekat Durham, sebelah timur laut Inggris.
Laman the Straits Times melaporkan, Kamis (6/7), penjara itu mampu menampung 28 pesakitan.
"Penjahat paling berbahaya dan subversif kini dipisahkan dari napi yang ingin mereka pengaruhi," kata menteri urusan penjara Sam Gyimah.
Langkah pemerintah ini diambil berdasarkan hasil kajian terhadap sejumlah ekstremis muslim di dalam bui yang dirilis tahun lalu. Kebijakan semacam ini sudah dilakukan juga di Belanda, Prancis, dan Spanyol.
Dari hasil kajian itu diketahui, ada sejumlah narapidana yang berlaku semacam 'pemimpin agama' dan mempunyai pengaruh kuat terhadap napi muslim lainnya. Dia juga kerap mengajak napi lain masuk Islam.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan sebanyak 4.500 petugas penjara sudah menerima pelatihan khusus untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi pandangan ekstremis.
Hingga Maret lalu sudah 304 orang ditahan atas kasus terlibat serangan terorisme, angka tertinggi sejak September 2001. Saban tahun ada peningkatan 18 persen terdakwa yang dijebloskan ke penjara.
Baca juga:
'Sejak 1960-an Saudi jadi sponsor paham radikal di dunia Islam'
Pemuda Inggris perencana teror divonis 16,5 tahun
Anggota perempuan ISIS eks punker menangis ingin pulang kampung
Melihat kondisi Grenfell Tower bak apartemen berhantu