Inggris tak mau tunggu persetujuan PBB untuk serang Suriah
Meski demikian, May pun menjelaskan bahwa serangan ini dilakukan bukan karena Inggris ingin ikut-ikutan AS. Namun karena Inggris telah memilih hal benar yang harus dilakukan.
Serangan udara dikerahkan pasukan militer gabungan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis terhadap tempat penyimpanan senjata Suriah terbilang sangat mengejutkan. Pasalnya, serangan itu dilakukan tanpa persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hanya berdasar pada dugaan serangan senjata kimia dilakukan Presiden Bashar al-Assad kepada warga sipil Suriah.
Menurut pernyataan Perdana Menteri Inggris Theresa May pihaknya tidak bisa menunggu persetujuan PBB untuk melakukan tindakan militer terhadap Suriah karena bisa saja Rusia jadi penghalangnya. Rusia yang diketahui sekutu Suriah sudah pasti akan mengeluarkan hak vetonya dalam sidang PBB untuk menentang serangan kepada rezim Suriah.
"Pemimpin oposisi mengatakan bahwa mereka hanya akan menghadapi Suriah jika otoritas PBB ada di belakang mereka. Tetapi mereka harus tahu jika sampai ini dibawa ke sidang, sudah pasti akan datang veto dari Rusia untuk menentang kebijakan kami," kata May, dikutip dari laman the Guardian, Selasa (17/4).
Selain mendapat tentangan dari oposisi, May juga diprotes karena melakukan serangan tanpa berkonsultasi dengan parlemen Inggris sebelumnya. Meski pada kenyataannya banyak anggota parlemen yang memberi dukungan kepadanya untuk memulai operasi itu.
"Saya tahu bahwa sudah menjadi tanggung jawab parlemen untuk memberi hak kepada saya membuat keputusan. Tetapi ini juga tanggung jawab saya sebagai perdana menteri untuk membuat keputusan semacam ini. Dan inilah yang saya lakukan," paparnya.
"Ini adalah serangan terbatas dan bertarget berdasar pada hukum yang telah digunakan sebelumnya. Juga keputusan yang melibatkan evaluasi intelijen dan informasi, yang sebagian besar bersifat mutlak dan tidak bisa dibagi dengan parlemen," kata dia.
Meski demikian, May pun menjelaskan bahwa serangan ini dilakukan bukan karena Inggris ingin ikut-ikutan AS. Namun karena Inggris telah memilih hal benar yang harus dilakukan.
"Kami bertindak demikian karena ini adalah kepentingan negara kami. Kepentingan tersebut adalah bahwa pencegahan penggunaan senjata kimia di Suriah harus dilakukan. Ini juga sekaligus memberi contoh kepada konsensus global bahwa senjata semacam ini tidak boleh digunakan," tegasnya.
"Kami melakukan ini bukan karena Presiden Trump menyuruh kami. Kami melakukan ini karena kami yakin ini hal paling benar untuk dilakukan. Dan bukan kami saja yang berpikir demikian," ujar May.
Baca juga:
Rusia izinkan penyidik senjata kimia masuk ke Douma
Kebijakan Donald Trump jadi ancaman bagi penerima beasiswa dari negara konflik
Bocoran WikiLeaks soal Saudi: 'Gulingkan rezim Suriah, main cantik dengan Rusia'
'Serangan AS ke Suriah sejatinya bukan karena alasan senjata kimia'
Begini reaksi rakyat Suriah atas serangan udara AS ke negaranya