Inggris Sebut Sebagian Tentaranya Tak Patuhi Perintah dan Bertempur ke Ukraina
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, ikut bertempur bisa melanggar hukum dan bisa mengarah ke penuntutan.
Sebagian kecil tentara Inggris tak mematuhi perintah dan kemungkinan telah berangkat ke Ukraina untuk bertempur melawan invasi Rusia. Hal ini disampaikan Angkatan Darat Inggris.
Para tentara itu bolos tanpa cuti dan mungkin telah pergi ke Ukraina atas nama pribadi.
"Kami secara aktif dan tegas meminta mereka kembali ke Inggris," jelas juru bicara Angkatan Darat Inggris, dikutip dari BBC, Kamis (10/3).
Semua anggota dilarang bepergian ke Ukraina sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, ikut bertempur bisa melanggar hukum dan bisa mengarah ke penuntutan.
Pernyataan Angkatan Darat ini dikeluarkan setelah laporan koran The Sun menyebutkan pemuda 19 tahun dari Penjaga Coldstream meninggalkan baraknya di Windsor dan membeli tiket ke Polandia pada akhir pekan.
Kementerian Pertahanan belum mengonfirmasi laporan tersebut tapi mengatakan tentara yang bepergian ke Ukraina, mau cuti atau tidak, akan menghadapi sanksi disiplin.
Walaupun Inggris mengirimkan bantuan senjata ke Ukraina, tapi telah berulang kali mengatakan tidak akan mengirim tentara Inggris untuk bertempur di negara tersebut melawan gempuran Rusia.
Baca juga:
Sanksi Ekonomi untuk Rusia Bisa Akhiri Globalisasi yang Dibangun Sejak 30 Tahun Lalu
Turis Rusia di Bali Tak Bisa Tarik Tunai ATM Imbas Sanksi Perang di Ukraina
Volodymyr Zelenskiy: Ancaman Nuklir Putin Hanya Gertak Sambal & Tunjukkan Kelemahan
Rudal Antitank NLAW Ukraina Siap Gempur Tank Rusia
Kurs Rupiah Menguat Seiring Meredanya Ketegangan Rusia dan Ukraina
Ibu Negara Ukraina Kecam Rusia karena Lakukan 'Pembunuhan Massal' Warga Sipil