Indonesia sambut baik Antonio Guterres jadi Sekjen PBB
Antonio Guterres diharapkan dapat menjalankan tugas dan mandatnya sesuai dengan Piagam PBB, melaksanakan kepemimpinan yang kuat dan imparsial, serta menunjukkan independensi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi, juga dapat menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB di bidang perdamaian dan keamanan.
Keputusan Majelis Umum PBB yang menetapkan Antonio Guterres sebagai Sekretaris PBB menggantikan Ban Ki Moon, disambut baik oleh Indonesia. Menurut Indonesia, proses pemilihan Sekjen PBB kali ini lebih terbuka, inklusif dan transparan.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri, kemlu.go.id, Jumat (14/10), Indonesia berharap Sekjen PBB yang baru bisa menjalankan tugas dan mandatnya sesuai dengan Piagam PBB.
"Indonesia berharap Sekjen PBB yang baru dapat melaksanakan kepemimpinan yang kuat dan imparsial, serta menunjukkan independensi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi. Tak hanya itu, diharapkan juga dapat menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB di bidang perdamaian dan keamanan," demikian dikutip dari pernyataan pers tertulis Kemlu.
Indonesia juga berharap, Guterres mampu meningkatkan kualitas pasukan misi pemeliharaan perdamaian PBB dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di berbagai belahan dunia. Tak hanya itu, dia juga harus bisa mendorong reformasi Sekretariat PBB untuk meningkatkan akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi dalam mendukung negara anggota dalam implementasi komitmen dan agenda global.
Dalam hal ini, Indonesia sendiri senantiasa siap bekerja sama dengan dengan Sekjen PBB baru untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.
Mantan Perdana Menteri Portugal, Antonio Guterres, terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya. Guterres menggantikan posisi Ban Ki-moon mulai awal 2017.
Dalam rapat majelis umum, sebanyak 15 duta besar anggota dewan keamanan telah memilih melalui enam rangkaian pemungutan suara. Berdasarkan pemungutan suara disepakatilah Guterres yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris tinggi PBB untuk pengungsi selama 10 tahun terakhir, sebagai Sekjen PBB yang baru.
Baca juga:
Antonio Guterres, sosok Sekjen PBB pengganti Ban Ki Moon
Antonio Guterres terpilih sebagai Sekjen baru PBB
Indonesia terus kampanyekan pencalonan anggota tidak tetap DK PBB
Korea Selatan minta PBB pertimbangkan lagi keanggotaan Korea Utara
Indonesia dan 17 negara tolak naskah pengakuan hak LGBT di PBB
Komnas HAM akan laporkan 18 catatan situasi HAM di Indonesia ke PBB