Indonesia harus hati-hati susun strategi politik AS di bawah Trump
Indonesia harus hati-hati susun strategi politik AS di bawah Trump. Indonesia harus berhati-hati dalam mengambil strategi politik dengan Trump, jika berhasil dapat mengambil keuntungan dari kekacauan yang disebabkan Trump. Apalagi, Trump diperkirakan akan disibukkan dengan urusan dalam negerinya sendiri.
Wakil Tetap Indonesia untuk Badan Hak Asasi Manusia ASEAN (AICHR) Dinna Wisnu, menyebutkan Indonesia harus berhati-hati dalam menyusun strategi politik menyusul kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden baru Amerika Serikat. Sebab, Trump dikenal kerap mendobrak nilai-nilai yang ada di AS sendiri.
"Trump sangat penting (dipertimbangkan) untuk jangka pendek. Pasalnya dia mengabaikan norma-norma di masyarakat. Tidak hanya norma di Amerika saja, tapi juga di dunia," katanya saat menjadi pembicara di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (24/1).
Dina yang menjadi pembicara dalam acara Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) bertajuk 'Indonesian Foreign Policy: Review and Outlook 2017', juga menyebutkan pada tahun ini sepertinya Trump akan disibukkan dengan urusan dalam negerinya sendiri.
Presiden AS itu diperkirakan akan menyelesaikan masalah yang dia buat sendiri di negaranya. Trump, diyakini Dina, akan banyak belajar dari problematika yang diciptakannya.
"Sepertinya di tahun ini juga Trump akan sedikit kompleks dengan kekacauan di sekitar dia. Dan saya bayangkan, Trump akan banyak belajar dengan masalah itu, dia akan tahu kalau tidak selamanya dia bisa menang," lanjut pengamat hubungan internasional dari Universitas Paramadina tersebut.
Sementara itu, di poin ketiga, Dina menyebutkan pada 20117 ini, dunia menjadi tempat yang lebih baik. Dia pun membandingkannya dengan mimpi AS era 1930-an.
"Sama seperti 1930-an, Amerika memiliki tujuan untuk menguasai ekonomi dan hukum dunia. Namun, dalam bidang ekonomi, tahun ini kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya," tuturnya.
Meski demikian, Dina menambahkan dalam poin terakhir jika Indonesia bisa mengambil keuntungan dari kekacauan yang disebabkan Trump. Walaupun, pungkasnya, Indonesia harus memilih antara mendukung Trump atau pemimpin dunia lain.
Baca juga:
Kebijakan proteksionis Trump bakal turunkan harga komoditas
Baru jadi presiden Trump sudah banyak berdusta, ini kebohongannya
Paus bandingkan Donald Trump dengan Adolf Hittler
Eks Menkeu: Ketidakpastian dunia adalah Trump, bukan Amerika
Dianggap langgar konstitusi, Trump serahkan bisnis pada dua putranya