Indonesia akan fokus rayu Korsel tanamkan investasi
Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, Kepala BKPM turut serta dalam lawatan ke Seoul 18 Desember mendatang
Bidang investasi akan menjadi fokus Indonesia dalam joint commission Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani dengan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan Kim Sung-hwan. Kunjungan ini merupakan kali kedua, setelah pertemuan pertama pada 2006.
Direktur Kerja Sama Asia Timur dan Pasifik Kemlu Edi Yusup mengakui, pertemuan pertama yang terjadi di Korsel pada 2006 lalu itu mandek di tengah jalan.
"Tentunya pertemuan ini akan meningkatkan high level dialog kedua negara," ucap Edi saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (16/12).
Selama pertemuan pertama sudah ada sembilan kelompok kerja yang di buat, namun semuanya masih mandek. Hal ini menjadi penyebab Menlu Retno berusaha untuk meningkatkan level kerja kedua negara dengan mengadakan JCM ini.
Investasi Korea Selatan juga disebut peringkat ke-4 terbesar di dunia dan di Indonesia. Oleh sebab itu, Menlu Retno memboyong kepala BKPM untuk melobi pengusaha Negeri Ginseng itu menanamkan modal di Indonesia.
Tak hanya bidang investasi, ada juga pembahasan isu di bidang perdagangan dan pertahanan yang bakal dibahas Menlu Retno nanti.
Menlu Retno akan melakukan JCM pada 18 Desember mendatang. Pertemuan ini dilakukan usai melakukan kunjungan ke Jepang sehari sebelumnya.
Baca juga:
Menlu: Konsulat kehormatan RI di Palestina dibuka awal 2016
Saudi bentuk koalisi 34 negara muslim lawan ISIS, Indonesia diajak
Indonesia dan Jepang bahas kerja sama pertahanan
Pemerintah beri waktu Freeport lepas saham hingga Januari 2016
Temui JK, bos Chevron curhat kendala berbisnis di Indonesia
BEI dorong masyarakat alihkan dana di bank ke saham